The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kesal Lamarannya Ditolak, Oknum Dosen Bunuh Mahasiswi Cantik, Tak Terima Ucapan Orangtua
IM, mahasiswi berparas cantik yang dibunuh oleh oknum dosen berinisial AS.
News

Kesal Lamarannya Ditolak, Oknum Dosen Bunuh Mahasiswi Cantik, Tak Terima Ucapan Orangtua

Jumat, 07 Agustus 2020 19:16 WIB 07 Agustus 2020, 19:16 WIB

INDOZONE.ID - Seorang oknum dosen di perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, AS (31), tega menghabisi nyawa seorang mahasiswi bernisial IM (25).

AS membunuh IM karena lamarannya ditolak. AS sendiri merupakan mahasiswi di salah satu kampus jurusan kesehatan di Makassar, Sulawesi Selatan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, AS awalnya datang melamar IM beberapa waktu lalu. 

Meski masih mempunyai hubungan saudara, AS mengaku telah berpacaran dengan IM sejak empat tahun lalu.

Namun sial, lamaran AS ditolak orangtua IM.

"Paman saya datang ke keluarganya (IM), tapi ditolak karena masih sepupu," kata AS kepada wartawan.

AS juga mengaku kesal dengan ucapan orangtua korban. Kekesalan pelaku bertambah setelah mendengar informasi bahwa IM akan dinikahkan dengan lelaki lain.

"Saya menangis dan memohon kepada orantuanya karena saya benar-benar cinta. Tapi tetap ditolak. Ucapan orangtua dia ini yang sulit saya terima. Dia bilang walaupun malaikat datang melamar tetap ditolak," kata AS.

Puncak emosi AS terjadi pada Rabu (5/8/2020) pagi. Saat itu, korban sedang dalam perjalanan pulang usai mengantar ibunya berdagang.

Di tengah jalan, tepatnya di Jalan Raya Gunung Raja, Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima, korban dihentikan oleh pelaku.

Ternyata, saat itu AS telah membuntutinya dari belakang.

Cekcok mulut sempat terjadi, namun tiba-tiba emosi AS memuncak hingga akhirnya menikam IP dengan sebilah pisau.

Melihat wanita idamannya tak lagi bernyawa, AS pun langsung melarikan diri.

"Terjadi cekcok kemudian dilakukan penusukan kepada korban. Pelaku menganiaya dengan cara menikam beberapa bagian tubuh korban menggunakan senjata tajam hingga meninggal dunia saat dilarikan ke RSUD Kota Bima karena kehabisan darah" kata Kapolres Bima KBP Harya Tejo Wicaksono.

Masyarakat yang melintas sontak terkejut melihat sesosok wanita bergelimang darah terkapar di tengah jalan.

Mereka kemudian membawa IP ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong.

"Jadi motifnya dia sakit hati karena lamarannya ditolak, dia mencoba melamar pacarnya itu sebulan yang lalu," katanya.

Sementara itu, AS mengakui perbuatannya kepada petugas kepolisian.

Namun, AS juga memberikan klarifikasi tentang pernyataannya bahwa selama ini dia menanggung biaya kuliah IP.

"Tidak pernah apa yang tersebar di sosial media kemarin itu bahwa saya memberikan bantuan untuk biaya sekolah, itu tidak benar," kata AS dalam video klarifikasi yang diunggah pada Jumat (7/8/2020).

Ia mengaku panik saat dicecar pertanyaan oleh wartawan sehingga mengeluarkan pernyataan keliru tersebut.

"Jadi sekali lagi saya mohon maaf karena ketika ditanyakan oleh wartawan, saya kurang memberikan statement yang lebih elok sesuai dengan pemikiran baik saya, karena saya lagi drop ketika itu," kata AS.

Kini, AS telah ditangkap petugas. Dia akan dijerat dengan Pasal 338 KUHP dan terancam hukuman 15 tahun penjara.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US