Tangkal Radikalisme-Terorisme, Ini Peran yang Bisa Diambil Milenial
Diskusi kebangsaan mengenai peran milenial dalam mencegah radikalisme-terorisma. (FMKJ)
News

Tangkal Radikalisme-Terorisme, Ini Peran yang Bisa Diambil Milenial

Memanfaatkan sosial media.

Jumat, 13 Desember 2019 10:12 WIB 13 Desember 2019, 10:12 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah tengah concern menggandeng generasi milenial dalam berbagai bidang pembangunan, termasuk dalam pemerintahan. Pelibatan milenial ini juga diharapkan bisa terealisasi dalam pencegahan dan antisipasi radikalisme serta terorisme. 

Hal ini menjadi benang merah dalam diskusi kebangsaan bertajuk 'Generasi Milenial Menangkal Radikalisme dan Terorisme dalam Pendidikan' yang digelar di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Kamis (12/12) malam. 

Hadir sebagai pembicara dalam diskusi kebangsaan kali ini Wakil ketua Lembaga Dakwah PBNU KH Misbahul Munir Kholil, pengurus Majelis Ulama Indonesia Arief Fahrudin, dosen Universitas Negeri Jakarta Dianta Sebayang serta aktivis Jhon Roy Siregar.  

Arif Fahrudin mengatakan, salah satu cara untuk menangkal radikalisme dan terorisme adalah dengan membanjiri media sosial, dengan narasi besar mengenai agama dan kenegaraan yang sejalan, seiiring dan senafas. Peran ini harusnya bisa diambil oleh milenial yang intens dengan sosial media. 

diskusi kebangsaan, generasi milenial, terorisme, radikalisme
(FMKJ)

"Hari ini banyak bermunculan  kelompok radikal karena orang-orang baik tidak mau menulis dan memviralkan berita-berita baik dan pesan damai, maka yang muncul sebaliknya. Para milenial harus berperan aktif menyebarkan pesan-pesan perdamaian yang bersumber dari agama, sehingga radikalisme tidak lagi mendapat ruang di masyarakat Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, dosen Universitas Negeri Jakarta Dianta Sebayang menuturkan, cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi terorisme dan radikalisme adalah dengan meningkatkan pendidikan dan perekonomian.

diskusi kebangsaan, generasi milenial, terorisme, radikalisme
(FMKJ)

"Pendidikan memiliki peranan menekan laju radikalisme, lantaran pendidikan senjata ampuh untuk mengubah dunia. Selain itu, pengangguran dan pekerja dengan penghasilan minim paling berpotensi menjadi teroris," paparnya.

Adapun KH Misbahul Munir Kholil menambahkan, dirinya menampik dengan tegas terorisme dan radikalisme yang selalu dikaitkan denga Islam. Sebab, Islam tidak mengajarkan terorisme dan radikalisme.

"Terorismebukan ajaran dari agama. Santri lulusan madrasah dan pesantren tidak bisa dicap radikal dan bersih dari hal-hal tidak terpuji," tandasnya.

Artikel Menarik Lainnya:
 

TAG
Fauzi
Fauzi

Fauzi

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU