The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Detik-Detik Pemuda Samarinda Terjun ke Danau Bekas Tambang, Sempat Berenang Lalu Tenggelam
Febi Abdi Witanto berlari sebelum terjun bebas ke dalam danau bekas galian tambang batubara setinggi 25 meter. (Ist)
News

Detik-Detik Pemuda Samarinda Terjun ke Danau Bekas Tambang, Sempat Berenang Lalu Tenggelam

Senin, 01 November 2021 20:00 WIB 01 November 2021, 20:00 WIB

INDOZONE.ID - Hingga hari kedua pencarian, jasad Febi Abdi Witanto (25 tahun), pemuda yang tenggelam usai nekat terjun bebas ke danau bekas galian tambang batu bara di Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, masih juga belum ditemukan.

Tim Basarnas Unit Siaga Samarinda sudah melakukan upaya pencarian sejak Minggu sore hingga hari ini, Senin (1/11/2021). Namun, hasilnya masih juga belum berhasil meski tim SAR sudah menyelam sejauh 30 meter ke kedalaman danau.

Bersamaan dengan upaya pencarian, kini beredar video yang menampilkan detik-detik Febi terjun ke danau tersebut. Video itu direkam oleh salah seorang teman Febi dari sisi samping. 

Dalam video itu terlihat, Febi berlari sejauh beberapa meter, sebelum terjun bebas ke danau bekas galian tambang tersebut. Ketinggian tebing ke air danau itu sekitar 25 meter. 

Febi sempat bangkit dan berenang ke tepi sebelum tenggelam. Warga ramai menyaksikan jasad Febi usai tenggelam. Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)
Febi sempat bangkit dan berenang ke tepi sebelum tenggelam. Warga ramai menyaksikan jasad Febi usai tenggelam. Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)

Febi diduga tidak mendarat dengan sempurna ke dalam air. Kakinya sedikit terpeleset sebelum terjun ke bawah.

Usai terjun ke air, Febi sempat berenang ke tepian. Ia lalu berdiri dan membalikkan badan. 

Namun tak lama kemudian, ia tumbang, mengambang, sebelum akhirnya tenggelam. Diduga, saat mendarat di air, Febi terbentur batu sehingga dadanya sesak.

Mirisnya, teman-temannya, yang diduga tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi pada Febi, saat itu terdengar tertawa terbahak-bahak.

Mereka baru berhenti tertawa setelah mengetahui Febi tak nampak lagi batang hidungnya.

danau.

Warga ramai menyaksikan jasad Febi usai tenggelam. Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)
Warga ramai menyaksikan jasad Febi usai tenggelam. Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)

Ritual Sang Ibu

Karena tak juga ketemu, ibu kandung Febi pun melakukan ritual dengan turun ke danau tersebut, hari Senin (1/11/2021).

Ia menggunakan selembar kain dan memasukkan ke dalam air danau, sambil memanggil-manggil nama Febi. Ritual semacam itu diyakini warga setempat sebagai bentuk upaya agar jasad korban segera ditemukan.

"Ini hanya ikhtiar," ujar salah seorang anggota keluarga Febi.

Sampai berita ini ditayangkan, jasad Febi masih juga belum ketemu. Polisi telah memasang garis polisi dan mencegah warga untuk berada di lokasi kejadian.

Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)
Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)

Menurut teman-temannya, hari itu Febi sangat ingin mengajak teman-temannya mandi di danau tersebut. Teman-temannya sempat menolak ajakannya, namun akhirnya mengiyakan.

Sebagai orang yang mengajak, Febi pun lantas unjuk gigi lebih dulu, dengan terjun bebas ke danau tersebut dari ketinggian 25 meter.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US