Naik Taksi Online, Perempuan Ini Dapat Motivasi dari Driver
photo/Twitter/mshkhb/Instagram/@mishkabalfas
News

Naik Taksi Online, Perempuan Ini Dapat Motivasi dari Driver

Rizka
Jumat, 13 September 2019 12:28 WIB 13 September 2019, 12:28 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah cerita menarik dari salah seorang pengguna Twitter bernama Mishka Husen Balfas dengan akun @mshkhb pada Senin (9/9). Dalam cuitannya itu, dia menceritakan pengalaman ketika dirinya bersama tiga orang temannya naik taksi online sekitar pukul 19.00 WIB.

"Jadi tadi abis naik grabcar bareng-bareng sama teman-teman gue dan pas gue masuk ke dalam mobil, ini vibes-nya uda beda gitu, ketika gue duduk kebetulan gue duduk depan, Bapak-nya ngasih reaksi ketika gue mau pake seatbelt. Katanya 'gausah pakai gapapa'," tulis Miskha membuka cuitannya.

Meskipun supir taksi mengatakan tidak apa-apa jika tidak memasang sabuk pengaman, Miskha tetap memasangnya. "Terus gue jawab, 'biar safety, Pak," kata Miskha. Lantas, si supir taksi pun menjawab dengan setengah bahasa Inggris, "Well, that's great, I like itu".

Miskah menuliskan bahwa supir taksi pria tersebut mengenakan pakaian yang sangat rapi, mulai dari kemeja garis-garis, celana bahan, dan sepatu pantofel. Perempuan berusia 21 tahun itu mengaku jarang menemukan supir taksi online dengan pakaian serapi itu.

Setelah itu, obrolan antara Miskha dengan supir taksi itu pun diulai. "Mulai ni conversation, jadi awalnya lupa ngobrolin apa, tapi ni Bapak memang pasti diselipin Bahasa Inggris gitu. Gue suka banget yakan makanya gue jawab-jawabin pakai Bahasa Inggris juga. Teman gue juga sama balesinnya pakai Bahasa Inggris juga. Gue lupa awalnya gimana, intinya gue nanya dia tinggal di mana, dia bilang di Bogor," lanjut Miskha.

Dari obrolan mereka, Miskha akhirnya tahu bahwa supir taksi itu melakukan pekerjaannya sebagai pekerjaan sambilan untuk menghilangkan stres dari pekerjaannya. Pria itu bekerja di daerah Cikarang, tepatnya di sebuah perusahaan Jepang yang memproduksi sparepart. "Ya sambil menyelam minum air," kata supir taksi tersebut.

Miskha yang baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan pun iseng menanyakan lowongan pekerjaan kepada pria tersebut. "Gue iseng nanya, 'ada lowongan gak Pak, buat freshgraduate?," kata Miskha sambil tertawa.

Namun Miskha tidak menyangka dengan jawaban supir taksi tersebut. Dia bahkan mendapat kata-kata motivasi selama perjalanan itu. "Lamar saja di manapun dan terus melamar. Jangan pedulikan gaji, bangun saja 'tangga'mu sendiri," kata pria tersebut dalam Bahasa Inggris.

Dia melanjutkan, "anggap saja kamu naik tangga pertama, jadi nggak usah mikirin gaji berapa, tetap fokus dulu cari experience (pengalaman)".

Setelah itu, tiba-tiba pria tersebut meminta Miskha dan teman-temannya untuk menebak berapa penghasilannya. Jika bisa menjawab dan benar, Miskha dan tiga temannya tidak perlu membayar ongkos taksi. Sayangnya, jawaban mereka salah dan sangat kaget ketika mengetahui gaji pria tersebut yaitu 3.200 USD atau sekitar Rp45 juta per bulan. "Saya 9 tahun kerja di perusahaan ini, anually gaji saya pasti naik. Orang pada ngejar saya karena kerja saya bagus," kata pria itu lagi.

Ternyata, supir taksi online itu merupakan lulusan S1 di Bandung dan S2 di Australia dengan beasiswa penuh selama 2,5 tahun. Tentu saja, Miskha sangat terkesan dengan kemampuan dan kecerdasan pria tersebut. Obrolan pun berlanjut dengan cerita si supir taksi itu ketika memulai mencari pekerjaan pada tahun 1995.

“Pada tahun 1995 aku di sini di Jalan Sudirman, hujan-hujanan malam-malam dengan ijazah saya yang basah kuyup. Saya menyusuri jalan ini dari pagi mencari pekerjaan, setiap kantor saya masukin," ungkap pria itu.

Dia pun memberi nasihat kepada mereka yang baru lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan seperti halnya Miskha. "Kalian yang baru lulus, jangan menyerah ketika kamu mencari pekerjaan, kamu tahu, perusahaan membutuhkanmu,” tutur pria itu dalam campuran bahasa Inggris dan Indonesia.

"Terus cari, berapa pun gaji terima, jangan 'picky', dan buktikan kinerja kalian. Setiap hari harus ngelamar sebanyak-banyaknya. Sukses bukan karena kerja hari ini. Buat diri kalian high qualified, jadi ketika kalian interview kalian bisa bilang, 'Bapak bisa gaji saya berapa?', bukan karena sombong," kata pria itu lagi.

Mendengar perkataan supir taksi tersebut, Miskha pun langsung bersemangat untuk mencari pekerjaan dengan lebih serius. Dia yakin, pekerjaan yang baik akan ia dapatkan, asalkan sabar dan terus berusaha. "So, buat teman-teman jangan capek untuk usaha ya kalau belum dapat kerja, biar bisa gaji 5.000 USD sebulan," tutup Miskha.

    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Rizka

    Editor
    ARTIKEL LAINNYA
    LOAD MORE