The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Video Keluarga Pasien Covid-19 Diseret Petugas Karena Ngotot Ingin Peluk Jenazah
Seorang anggota keluarga pasien meninggal Covid-19 diseret paksa petugas karena ngotot ingin memeluk jenazah. (Foto: Istimewa)
News

Viral Video Keluarga Pasien Covid-19 Diseret Petugas Karena Ngotot Ingin Peluk Jenazah

Petugas Diludahi

Sabtu, 30 Mei 2020 08:43 WIB 30 Mei 2020, 08:43 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah video memperlihatkan dua perempuan anggota keluarga pasien Covid-19 yang telah meninggal dunia, diseret petugas Satgas karena ngotot ingin memeluk jenazah.

Tampak dalam video yang dibagikan akun Instagram @smart.gram, dua perempuan itu diduga merupakan istri dan anak dari pasien. Perempuan yang satu berteriak-teriak kepada petugas, mengatakan kalau ia ingin melihat jenazah suaminya. Sedangkan perempuan yang satu lagi yang masih muda, bilang kalau mereka ingin membawa jenazah ayahnya.

Sesaat kemudian, saat petugas lengah, kedua perempuan itu masuk ke dalam ruangan tempat suaminya dibaringkan. 

Mengetahui hal itu petugas yang mengenakan baju hazmat lantas menjemput paksa dengan menyeret mereka keluar dari ruangan. Video tersebut diduga terjadi di RS Siloam Makassar, pada Kamis 28 Mei 2020.

Saat diseret, perempuan yang satu menjerit-jerit seperti orang kesurupan. Sedangkan anaknya berteriak memanggil 'mama' dan dia juga melepas maskernya khusus untuk meludahi petugas yang menariknya keluar dari ruangan pasien.

Video tersebut juga telah disaksikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, Muhammad Ichsan Mustari. Ia meminta maaf atas perlakuan kasar para petugas tersebut meski tidak memungkiri bahwa itu dilakukan sesuai protokol kesehatan.

"Saya sudah lihat video itu. Itu demi menghentikan penularan," katanya.

Mustari mengakui, petugas tersebut tetap bersalah karena tidak mengedukasi keluarga pasien terlebih dahulu. Seperti diketahui, penanganan jenazah Covid-19 tidak boleh dilakukan lebih dari 4 jam. Untuk itu petugas mesti bergerak cepat.

"Semoga keluarga bisa memahami protokol soal menjaga jarak. Karena memeluk saja pun tidak boleh, itu bisa menular," ujarnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by smartgram (@smart.gram) on

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US