The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pecel Lele Terkenal dari Lamongan, Ternyata Orang Lamongan Pantang Makan Lele, Kok Bisa?
Orang Lamongan ternyata pantang makan lele. (Ist)
News

Pecel Lele Terkenal dari Lamongan, Ternyata Orang Lamongan Pantang Makan Lele, Kok Bisa?

Sabtu, 12 September 2020 15:18 WIB 12 September 2020, 15:18 WIB

INDOZONE.ID - Siapa yang tak tahu warung pecel lele. Ya, seperti warung Padang, warung pecel lele juga bisa ditemui di hampir semua daerah di Indonesia. Dan hampir semua orang tahu bahwa kuliner yang satu ini pada mulanya berasal dari Lamongan, Jawa Timur. 

Di warung pecel lele (meski tidak selalu ada pecelnya), sesuai namanya, bisa dipastikan bahwa lele adalah menu utamanya, baik itu digoreng ataupun dibakar.

Namun ternyata, meski berasal dari Lamongan, orang-orang Lamongan sendiri memiliki pantangan untuk mengonsumsi lele. Lha, kok bisa?

Dalam skripsi garapan Lusi Tri Wahyuni, alumnus Studi Aqidah dan Filsafat Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel yang berjudul 'MITOS MEMAKAN IKAN LELE DI DESA MEDANG KECAMATAN GLAGAH KABUPATEN LAMONGAN (Kajian Mitos dalam Perspektif Roland Barthes) ', diketahui bahwa larangan memakan lele bagi orang Lamongan ini secara spesifik masih berlaku di Desa Medang, Kecamatan Glagah.

Rumor yang berkembang, apabila ada orang Lamongan yang memakan ikan lele, maka orang itu akan mengalami rasa gatal atau penyakit kulit seperti kulit belang-belang, meskipun kejadian tersebut dialami oleh masyarakat luar Desa Medang, dalam arti yang mendapatkan pasangan dari Desa Medang.

Ist
Pecel lele. (Ist)

Sampai saat ini mitos tersebut masih sangat kuat diyakini oleh masyarakat Desa Medang dan ada ritual khusus yang dilakukan yaitu ziarah tiap hari Jumat Ponke makam Mbah Boyopati dari berbagai daerah.

Kisah Mbah Boyopati inilah yang disebut-sebut sebagai awal mula munculnya pantangan bagi orang Lamongan untuk memakan lele. 

Tidak cuma pantang memakannya, warga Lamongan juga tidak berani berhubungan dengan ikan lele karena dianggap keramat. Dan Kepercayaan tersebut masih dipegang teguh oleh masyarakat Desa Medang hingga kini.

Dilarangnya memakan ikan lele bagi masyarakat Desa Medang ini merujuk pada kisah hidup Mbah Boyopati. Suatu hari, Mbah Boyopati dikejar-kejar massa karena disangka telah mencuri keris dari seorang janda. 

Dalam pelariannya hingga tiba di Desa Medang, Mbah Boyopati melihat sebuah kolam yang berisikan ikan lele. Lantas dengan keyakinannya, Mbah Boyopati menceburkan diri ke dalam kolam itu dan konon dia diselamatkan oleh ikan-ikan lele yang ada di dalamnya.

Mitos tersebut masih tetap diyakini sampai saat ini dalam masyarakat Desa Medang khususnya, sehingga mereka enggan dan takut untuk memakan ikan lele. Sebab pada saat itu Mbah Boyopati telah bersumpah bahwa anak cucu sampai tujuh turunan tidak boleh memakan ikan lele yang telah menyelematkan dirinya dari kejaran massa.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US