Soal Kasus Remaja Bunuh Bocah, Psikiater: Belum Tentu Psikopat
Polisi menunjukkan sketsa dan curhatan pelaku saat konferensi pers di Mapolrestro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020). (INDOZONE/M Fadli)
News

Soal Kasus Remaja Bunuh Bocah, Psikiater: Belum Tentu Psikopat

Terbentuk saat dewasa.

Rabu, 11 Maret 2020 11:06 WIB 11 Maret 2020, 11:06 WIB

INDOZONE.ID - Psikiater anak dr. Tjhin Wiguna, menilai remaja yang membunuh bocah umur 5 tahun tidak bisa dikategorikan sebagai psikopat. 

Dokter yang berpraktik di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu mengatakan, salah satu definisi psikopat atau psikopati, lebih ke suatu gangguan yang kompleks dari konseptualisasi kepribadian seseorang. 

"Jadi kalau kita bicara konsep kepribadian yang terganggu, harusnya namanya kepribadian itu baru terbentuk setelah individu memasuki usia dewasa," kata Tjhin, dikutip dari Antara pada Rabu (11/3/2020). 

Menurut Tjhin, usia dewasa adalah individu yang berumur 18 tahun ke atas. Pada usia itu, gangguan kepribadian bisa dideteksi berdasarkan hasil pemeriksaan komprehensif oleh pakar.

Tjhin lebih lanjut menjelaskan, anak-anak atau remaja yang belum memasuki usia dewasa, tidak bisa dikatakan mengalami gangguan kepribadian atau memiliki sifat psikopat. Alasannya, karena kepribadian terbentuk saat seseorang memasuki usia dewasa.

Polisi menunjukkan sketsa dan curhatan pelaku saat konferensi pers di Mapolres Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020). (INDOZONE/M Fadli)
Polisi menunjukkan sketsa dan curhatan pelaku saat konferensi pers di Mapolrestro Jakarta Pusat, Sabtu (7/3/2020). (INDOZONE/M Fadli)

Dia pun menilai psikopat adalah konseptual kepribadian yang terganggu. Tandanya dengan beberapa dimensi gangguan, seperti perilaku antisosial dan impulsif, disertai beberapa respons lain.

Sebagai psikiater anak, dr. Tjhin tidak mendeskripsikan seorang anak atau remaja sebagai psikopat. Namun, dia mengakui ada gangguan kompleks yang bisa terjadi pada anak, misalnya gangguan tingkah laku atau conduct disorder.

"Conduct disorder cenderung lebih menunjukkan perilaku yang timbul pada masa perkembangan anak. Di mana perilakunya lebih cenderung melanggar hak asasi manusia atau perilaku kurang bersosialisasi," kata dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, masyarakat digegerkan pembunuhan bocah usia 5 tahun oleh remaja perempuan 15 tahun di Sawah Besar, Jakarta. Pelaku kemudian menyerahkan diri ke polisi dan mengaku membunuh anak tetangganya. Dia sudah menjalani observasi kejiwaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fauzi
Ivanrida
Fauzi

Fauzi

Editor
Ivanrida

Ivanrida

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US