The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Momen Duka Polisi yang Tewas saat Kejar 2 Rekan Preman Penganiaya Pedagang Wanita
Sejumlah polisi dan keluarga membawa jenazah Aipda Luhut Munthe. (ist)
News

Momen Duka Polisi yang Tewas saat Kejar 2 Rekan Preman Penganiaya Pedagang Wanita

Minggu, 17 Oktober 2021 12:13 WIB 17 Oktober 2021, 12:13 WIB

INDOZONE.ID - Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh sejumlah preman terhadap Liti Wari Iman Gea, pedagang sayur yang berjualan di Pasar Gambir, Tembung, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang pada 5 September 2021 lalu, merenggut satu nyawa anggota Kepolisian RI bernama Aipda Luhut Munthe.

Aipda Luhut Munthe, yang merupakan anggota Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut. Ia meninggal dunia akibat kecelakaan saat mengejar dua preman yang ikut menganiaya Liti Gea yang masih buronan, pada Rabu pagi, 13 Oktober 2021.

Saat itu, Aipda Luhut mengejar dua preman itu bersama tiga orang rekannya dengan mengendarai mobil. Tiba-tiba, mobil yang mereka tumpangi menabrak truk kontainer yang saat itu sedang parkir di pinggir jalan.

Sementara Luhut terluka parah, tiga orang temannya hanya mengalami luka ringan.

"Tim bertugas sejak 10 malam dan sampai dini hari masih bertugas," ujar Kabag Penum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan, Kamis (14/10/2021).

Jenazah Aipda Luhut diantar dalam peti jenazah ke rumah duka. Rumahnya ramai oleh orang-orang yang ingin melayat.

Belakangan setelah Aipda Luhut meninggal dunia, dua preman yang dikejar olehnya menyerahkan diri ke Polda Sumut. Mereka adalah Fr alias Fery dan Dd alias Dedek.

Setelah berada di Mapolda Sumut, keduanya lantas dijemput oleh tim dari Polrestabes Medan, yang menangani kasus ini.

Liti Gea (kiri) saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)
Liti Gea (kiri) saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)

Menurut kuasa hukum mereka, Romy Lesmana, Fr dan Dd menyerahkan diri setelah dibujuk oleh keluarga mereka.

Seperti diketahui, kasus penganiayaan ini berbuntut saling lapor antara Liti Gea dan Beni ke Polsek Percut Sei Tuan.

Kasus ini semakin viral dan menyita perhatian khalayak luas setelah Liti Gea juga ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Percut Sei Tuan.

Setelah kasus ini ramai diberitakan, belakangan kasus ini ditarik oleh Polda Sumut dan Polrestabes Medan.

Laporan Liti Gea dengan terlapor Beni, kini ditangani oleh Polda Sumut. Sedangkan laporan Beni dengan terlapor Liti Gea, ditangani oleh Polrestabes Medan.

Menyusul kasus ini, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Jan Piter Napitupulu dan Kanit Reskrimnya AKP Membela Karo-karo dicopot dari jabatan mereka karena dinilai tidak profesional.

Pencopotan Jan Piter tertuang dalam Surat Telegram dari Kapolda Sumatera Utara bernomor ST/705/X/KEP/2021. 

Posisi Jan Piter sebagai Kapolsek Percut Sei Tuan digantikan oleh Kompol Muhammad Agustiawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kanit 3 Subdit 4 di Ditreskrimum Polda Sumut.

AKP Jan Piter Napitupulu sendiri menangis tersedu-sedu saat berpamitan dengan rekan-rekannya usai dicopot dari jabatannya, Kamis (14/10/2021).

Dalam suasana mengharu biru, diiringi musik sendu dan kata-kata perpisahan, Jan Piter memeluk satu per satu rekannya di Polsek Percut Sei Tuan. 

Tangisnya pecah kala ia memeluk rekan-rekannya yang perempuan, yang menangis saat memeluknya.

"Maafkan kalau ada salahku, Kak. Hu-hu-hu," katanya.

Hampir semua personel perempuan di Polsek Percut Sei Tuan menangis saat berpelukan dengan Jan Piter. Hal itu membuat air mata Jan Piter berderai-derai.

"Makasih ya, semuanya ya. Makasih ya," ucap Jan saat memeluk rekannya yang laki-laki.

Kapolsek Percut AKP Jan Piter menangis saat pamit ke rekan-rekannya. (ist)
Kapolsek Percut AKP Jan Piter menangis saat pamit ke rekan-rekannya. (ist)

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar
Editor
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US