The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menlu Retno Jelaskan Upaya Pemerintah Mencari Vaksin COVID-19 Sangat Tidak Mudah
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi . (photo/ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
News

Menlu Retno Jelaskan Upaya Pemerintah Mencari Vaksin COVID-19 Sangat Tidak Mudah

Sabtu, 11 September 2021 20:57 WIB 11 September 2021, 20:57 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Luar (Menlu) Negeri Retno Marsudi menjelaskan bahwa upaya yang ditempuh Pemerintah Indonesia untuk mencari vaksin COVID-19 bukan perkara mudah karena persediaan tidak sebanding dengan tingginya permintaan dari berbagai negara.

"Sangat tidak mudah mencari vaksin sampai saat ini. Kenapa tidak mudah? pertama karena jumlah antara pasokan vaksin dunia dengan permintaan sangat tidak sebanding," kata Menlu Retno dalam acara Keluarga Alumni Teknik UGM (Katgama) Peduli Berbagi untuk Negeri di Grha Sabha Pramana, UGM, Yogyakarta, Sabtu (11/9) dikutip dari ANTARA.

"Permintaan (vaksin COVID-19) jauh lebih banyak dibandingkan ketersediaan vaksin yang ada," ungkap Retno.

Kendala berikutnya adalah masih terdapat kebijakan negara-negara yang menghambat pengiriman vaksin sehingga yang di antaranya berwujud kebijakan restriksi atau pembatasan ekspor.

"Akibatnya terjadi gap terhadap vaksin yang cukup besar antara negara berpenghasilan tinggi dengan negara yang berpenghasilan rendah," ujar Retno.

Baca juga: AS Peringati 20 Tahun Serangan 9/11, Biden Kunjungi Tiga Lokasi Serangan Sekaligus

Menlu Retno mengatakan bahwa saat ini secara global sebanyak 5,5 miliar dosis vaksin telah disuntikkan kepada masyarakat dunia. Namun, 80 persen di antaranya ada di negara berpenghasilan tinggi.

"Bahwa saat ini diseluruh dunia 5,5 miliar dosis vaksin telah di suntikan. Menunjukkan adanya gap 80 persen dari 5,5 miliar dimiliki oleh negara berpenghasilan tinggi," kata dia.

Meski demikian, hingga saat ini Indonesia telah menerima 227.411.510 dosis vaksin, baik diperoleh melalui jalur komersial, maupun jalur dukungan dari Covax Facility maupun dari negara-negara sahabat.

Ia menuturkan bahwa selama hampir 18 bulan mesin diplomasi Pemerintah Indonesia tak pernah berhenti untuk terus memperoleh akses vaksin dan merajut kerja sama dengan berbagai negara agar kebutuhan vaksin di Tanah Air dapat tercukupi.

Ia bersyukur vaksinasi di Indonesia telah melampaui target WHO karena hingga saat ini 34 persen populasi telah memperoleh vaksin dosis pertama dan 20 persen populasi telah mendapatkan suntikan dosis kedua.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US