Kisah Miris Pencari Suaka di Kebon Sirih
Kolase/ANTARA FOTO/Galih Pradipta
News

Kisah Miris Pencari Suaka di Kebon Sirih

Ini yang mereka butuhkan saat ini

Indozone Media
Rabu, 10 Juli 2019 10:02 WIB 10 Juli 2019, 10:02 WIB

INDOZONE.ID - Trotoar jalanan Kebon Sirih mendadak ramai. Banyak orang yang menggelar alas dan tenda untuk "hidup" sementara di sana.

Mereka adalah para pencari suaka. Ada 241 orang pencari suaka yang tinggal di trotoar jalan Kebon Sirih, sejak beberapa hari lalu. 

Kebanyakan dari mereka berasal dari Afganistan. Mereka berharap dapat ditempatkan negara lain. Kini, nasib mereka terkatung-katung.

Sebelumnya, para pengungsi tinggal di community house, yakni rumah-rumah yang disewa sementara untuk tempat tinggal mereka. 

ANTARA
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Kementerian Luar Negeri menilai masalah pengungsi sebenarnya bukan tanggung jawab pemerintah, melainkan Badan Komisi Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR). Sebenarnya sulit bagi Indonesia untuk menangani masalah ini karena di luar ranah pemerintah.

"Ya pada dasarnya kemanusiaan saja. Selama kami mampu, kami bantu," ujar Pelaksana tugas Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah.

Bakal Direlokasi

Rencananya, para pencari suaka di Kebon Sirih bakal dipindahkan ke Islamic Centre, Jakarta Utara. Keputusan ini diambil Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi setelah meninjau lokasi pengungsian di Kebon Sirih.

"Kami sebagai pemerintah daerah melihat manusia pakai tenda apalagi di wilayah tempat perkantoran itu enggak baik," kata Prasetio.

ANTARA
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Hal ini disambut gembira pencari suaka. Mereka mengakui lokasi yang ada saat ini sangat tidak layak untuk jadi tempat tinggal. 

Sebut saja Nusaibah yang memiliki bayi berusia 16 bulan. Dia sudah sejak lama ingin mendapatkan tempat yang lebih layak. "Pasti senang karena tidak dingin dan anak nyaman," ujarnya. 

Butuh Air Minum

Sebelum direlokasi, para pencari suaka tersebut masih butuh bantuan lain. Saat ini, mereka kekurangan air minum. 

Rasyid, pengungsi berusia 9 tahun, mengaku sering kehausan. Itu disebabkan dirinya tak mampu membeli air minum karena tak memiliki uang.

ANTARA
ANTARA FOTO/Galih Pradipta

"Tadi ada air minum datang dari bantuan, tapi saya tidak dapat," curhatnya.

Selama ini, para pencari suaka ini mendapatkan bantuan makanan dan minuman dari masyarakat sekitar atau yang tengah lewat di jalan tersebut. Ada juga beberapa donatur yang memberikan bantuan karena tak tega melihat kondisi mereka. 

TAG
Indozone Media
Indozone Media

Iwan

Editor
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU