The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Proyek Kereta Cepat Tergantung dengan TKA Tiongkok, Pemerintah Diminta Cetak Naker Handal
Lokasi pembangunan Terowongan No. 10 dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, 28 Juni 2020. (Xinhua/Du Yu)
News

Proyek Kereta Cepat Tergantung dengan TKA Tiongkok, Pemerintah Diminta Cetak Naker Handal

Biar nggak molor.

Selasa, 28 Juli 2020 14:14 WIB 28 Juli 2020, 14:14 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah diminta untuk mempersiapkan tenaga kerja (Naker) yang handal, guna menunjang kebutuhan tenaga kerja di sektor konstruksi, salah satunya adalah pada proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung, dimana proyek tersebut saat ini sangat tergantung dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) dari Tiongkok.

Ketergantungan terhadap TKA itu disebut menjadi penyebab dari molornya proyek prestisius senilai Rp75 triliun tersebut. 

"Pada dasarnya, TKA Tiongkok itu harus dapat digantikan oleh tenaga kerja Indonesia. Tapi kalau sulit mencari tenaga pengganti mereka, terpaksa tertunda. Memang karena covid ini, banyak proyek-proyek nasional yang terpaksa tertunda," ujar Pengamat Ketenagakerjaan, Payaman Simanjuntak kepada Indozone, saat dihubungi pada Selasa (28/7/2020). 

Payaman mengakui, keberadaan pandemi Covid-19 ini memang menjadi penyebab utama dari molornya proyek yang dikerjakan PT KCIC tersebut. Namun demikian, hal ini harus dijadikan momentum bagi pemerintah untuk mencetak tenaga-tenaga kerja ahli konstruksi, agar kedepannya proyek-proyek infrastruktur apapun, tidak lagi tergantung dengan TKA

"Sambil menunggu covid ini berlalu, kita patut mempersiapkan tenaga-tenaga yang dibutuhkan untuk proyek KA Jakarta-Bandung itu. Kalau perlu, ditambah dengan belajar bahasa Tiongkok, supaya dapat berkomunikasi dengan para supervisor Tiongkok itu," tuturnya. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia- China (KCIC) Chandra Dwiputra mengungkapkan saat ini progres pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sudah separuh jadi, tepatnya 54%. Pekerjaan salah satu proyek strategis nasional (PSN) itu sempat terganggu oleh pandemi Covid-19.

"Progres kita sudah 54%. Jadi kemarin kita memang terkendala akibat pandemi, teman-teman yang dari Tiongkok kan pada Imlek, pulang (ke negaranya)," kata dia, Senin (27/7/2020). 

Pekerja Tiongkok yang menggarap proyek tersebut, kata dia,  pulang kampung saat Imlek. Tak lama berselang terjadi kasus virus corona di Negeri Tirai Bambu itu, sehingga pada akhirnya para TKA itu tertahan di negaranya sehingga membuat pembangunan kereta cepat terhambat.

"Sebetulnya tidak berhenti tetapi karena beberapa tenaga kerja kembali sehingga kita mencoba dengan tenaga kerja yang ada sekarang. Jadi progresnya agak-agak melambat," tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Yulia Marianti
Sigit Nugroho

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US