The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Staf PBB Terekam Kamera Berhubungan Intim di Dalam Mobil Dinas, Dihukum Setelah Viral
Staf PBB terekam kamera sedang berhubungan intim di mobil dinas. (Foto: Twitter)
News

Staf PBB Terekam Kamera Berhubungan Intim di Dalam Mobil Dinas, Dihukum Setelah Viral

Sabtu, 04 Juli 2020 15:55 WIB 04 Juli 2020, 15:55 WIB

INDOZONE.ID - Dua staf Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dihukum lantaran ketahuan berbuat mesum di dalam mobil dinas saat bertugas di Tel Aviv, Israel.

Kelakuan dua pegawai itu terungkap setelah video berdurasi 18 detik viral di media sosial. Seorang warga yang diduga berada di atas sebuah gedung bertingkat merekam sebuah mobil berwarna putih dengan tulisan UN di bagian atapnya.

Mobil itu tengah berhenti beberapa detik sebelum akhirnya kembali melaju. Di kursi bagian belakang, terlihat seorang perempuan bergaun merah sedang duduk mengangkangi lelaki yang merupakan staf PBB. Posisi mereka seperti sedang berhubungan intim.

Sedangkan seorang lelaki lainnya di bagian depan terlihat sempat tertidur.

staf PBB ketahuan berhubungan intim di dalam mobil
staf PBB terekam kamera sedang berhubungan intim di dalam mobil dinas. (Foto: Twitter)

Setelah video ini viral, warga membanjiri protes di media sosial. Akibatnya, kedua staf PBB itu dihukum dan ditangguhkan dari pekerjaannya tanpa digaji. Mereka dianggap telah melakukan pelanggaran seksual.

Pihak PBB membenarkan terdapat dua stafnya yang tertimpa kasus pelanggaran seksual. Kedua staf tersebut merupakan pekerja dari Organisasi Pengawas Gencatan Senjata PBB atau United Nations Truce Supervision Organization (UNTSO), pasukan penjaga perdamaian yang bermarkas di Yerusalem.

Stephane Dujarric, juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mengatakan bahwa penangguhan kedua staf itu sudah sesuai aturan yang berlaku.

"UNTSO telah kembali terlibat dalam kampanye peningkatan kesadaran yang kuat untuk mengingatkan personelnya tentang kewajiban mereka terhadap Kode Etik PBB," kata Dujarric dilansir dari Daily Mail, Jumat (3/7/2020)

Dujarric mengatakan, pihaknya sangat terkejut dan terganggu akibat tersebarnya video skandal yang melibatkan dua staf PBB tersebut.

"Perilaku yang terlihat di dalamnya sangat menjijikkan dan bertentangan dengan semua yang kita perjuangkan untuk memerangi pelanggaran oleh staf PBB," katanya.

Meskipun memiliki peraturan ketat mengenai pelanggaran seksual, PBB telah berulang kali dikecam akibat kasus-kasus seperti ini kurun beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Desember 2018, sebuah laporan mengklaim bahwa pasukan penjaga perdamaian PBB memiliki ratusan bayi dari wanita muda di Haiti.

Penelitian terhadap misi PBB di negara Karibia itu mengungkap baywa gadis-gadis muda berusia sekitar 11 tahun dibiarkan hamil setelah mengalami pelecehan seksual. Beberapa gadis yang kelaparan dieksploitasi dan dimanfaatkan. 

Mereka diajak berhubungan seks dengan imbalan uang untuk membeli makanan. Penelitian ini dipimpin oleh akademisi Inggris. 

Laporan Times menyebut para ibu muda itu dibiarkan hidup miskin setelah anak-anak dari hasil hubungan dengan oknum pegawai PBB lahir.

Tentara dari asal 12 negara berbeda, termasuk Uruguay, Chili, Argentina, Kanada dan Perancis, dilaporkan telah menghamili perempuan setempat.

PBB juga mengetahui oknum pekerja amal yang menawarkan makanan kepada pengungsi dengan imbalan seks selama lebih dari satu dekade.

Laporan setebal 84 halaman tentang praktik 'makanan untuk seks' di kamp-kamp pengungsi Afrika Barat disusun dan diserahkan kepada PBB pada tahun 2002, tetapi tidak pernah dipublikasikan. 

Dijelaskan bahwa para pekerja asal 40 organisasi sosial, 15 di antaranya adalah badan amal internasional utama seperti Save the Children dan Médecins Sans Frontières, telah mengeksploitasi sejumlah pengungsi muda secara seksual.

Temuan ini membuat skandal seks yang melibatkan relawan kemanusiaan internasional menjadi sorotan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US