The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pergub DKI Sebut Motor Akan Kena Aturan Ganjil-Genap saat Transisi PSBB
Petugas memeriksa kelengkapan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) Jakarta di Cek Poin PSBB Lampiri, Kalimalang, Jakarta, Selasa (26/5/2020). (INDOZONE/Febio Hernanto)
News

Pergub DKI Sebut Motor Akan Kena Aturan Ganjil-Genap saat Transisi PSBB

Ada pengecualian.

Sabtu, 06 Juni 2020 16:25 WIB 06 Juni 2020, 16:25 WIB

INDOZONE.ID - Aturan ganjil-genap (gage) terhadap kendaraan bermotor di DKI Jakarta kembali mulai diberlakukan seiring dengan diputuskannya perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi di Jakarta selama Juni 2020.

Namun kini, dalam peraturan Gubernur Nomor 51 Tahun 2020 Tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Masa Transisi Menuju Masyarakat Sehat, Aman, dan Produktif dalam Pasal 18 tercantum bahwa kendaraan roda dua juga turut terkena atas kebijakan ganjil genap tersebut.

“Setiap pengendara kendaraan bermotor beroda 4 (empat) atau lebih dan roda 2 (dua) dengan nomor pelat ganjil dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal genap; setiap pengendara dengan nomor pelat genap dilarang melintasi ruas jalan pada tanggal ganjil; dan nomor pelat sebagaimana dimaksud merupakan angka terakhir dan nomor pelat kendaraan bermotor,” bunyi Pasal 18 Pergub Nomor 51 Tahun 2020 yang dikutip Indozone, Sabtu (6/6/2020).

Adapun beberapa kendaraan yang dikecualikan dalam sistem ganjil-genap, yaitu kendaraan pimpinan lembaga tinggi negara Indonesia; kendaraan pemadam kebakaran dan ambulans; dan kendaraan untuk memberikan pertolongan pada kecelakaan lalu lintas.

Kemudian kendaraan pimpinan dan pejabat negara asing serta lembaga internasional yang menjadi tamu negara; kendaraan pejabat negara; kendaraan dinas operasional berpelat dinas, kepolisian dan TNI; kendaraan yang membawa penyandang disabilitas; kendaraan angkutan umum.

“Kemudian, kendaraan angkutan barang, tidak termasuk double cabin; kendaraan untuk kepentingan tertentu menurut pertimbangan petugas kepolisian, seperti kendaraan pengangkut uang (Bank Indonesia, antar Bank, pengisian ATM) dengan pengawasan dari kepolisian," lanjut peraturan itu.

"Angkutan roda dua dan roda empat berbasis aplikasi yang memenuhi persyaratan berdasarkan keputusan kepala Dinas Perhubungan,” tutupnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Utami Evi Riyani
Sarah Hutagaol

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US