The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terdampak Gempa Paling Parah, Desa Ini Belum Dapat Bantuan, Butuh Sembako dan Popok Bayi!
Desa yang terdampak gempa paling parah di Sulbar. (Tangkapan layar)
News

Terdampak Gempa Paling Parah, Desa Ini Belum Dapat Bantuan, Butuh Sembako dan Popok Bayi!

Minggu, 17 Januari 2021 15:20 WIB 17 Januari 2021, 15:20 WIB

INDOZONE.ID - Hingga saat ini, pemerintah terus berupaya menyalurkan bantuan secara merata untuk masyarakat yang terdampak gempa di Sulawesi Barat (Sulbar). Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) juga telah mengirimkan tiga pesawat yang berisikan para personel dan bahan logistik ke wilayah terdampak gempa bumi di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat.

Namun, bantuan untuk masyarakat belum menjangkau semua daerah-daerah yang terdampak gempa. Seorang warga Botteng Utara menginformasikan bahwa desanya masih belum mendapat bantuan apapun. Dia juga mengatakan bahwa daerahnya yaitu Dusun Pasada Popanga dan Sendana menjadi wilayah terparah yang terdampak gempa.

Saat ini, warga di desanya sangat membutuhkan bantuan sembako, tenda, popok bayi dan air bersih. Dia kemudian mengatakan bahwa setiap ada logistik yang lewat tidak ada yang singgah satupun.

"Mohon bantuannya bapak ibu membawakan masyarakat berupa sembako, tenda dan peralatan bayi. air bersih. karena sampai sekarang belum ada juga msuk bantuan di daerah kami. kami sangat menbutukan yg di atas ini.. setiap logistik yg lewat tak ada yg singgah," tulis seorang netizen di akun Instagram-nya (@agussalim_075).

Baca juga: TNI AL Buka Posko di 3 Kota untuk Penyaluran Bantuan Bencana di Kalsel dan Sulbar

Agus kemudian memperlihatkan kondisi sejumlah rumah yang rata akibat gempa. Warga desa hanya berharap pemerintah bisa memperhatikan desa mereka. Sebab, mereka sudah kehabisan kebutuhan makanan.

"Kebutuhan makanan dan laing laing suda habis. alamat di botteng utara dusung popanga , sendana dan pasada mereka blum mendapat kan bantuan kuharap pemeritah bisa tembuskan bantuan ke kampung kami," kata Agus.

Artikel Menarik Lainnya:

Dina
Dina

Dina

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US