The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Darurat! Rumah Sakit di Indonesia Mulai Kewalahan Terima Pasien Covid-19 yang Melonjak
Nakes beristirahat sejenak di RSU Dadi Keluarga, Ciamis (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
News

Darurat! Rumah Sakit di Indonesia Mulai Kewalahan Terima Pasien Covid-19 yang Melonjak

Minggu, 20 Juni 2021 14:42 WIB 20 Juni 2021, 14:42 WIB

INDOZONE.ID - Indonesia diperkirakan mulai memasuki gelombang kedua Covid-19. Hal ini terlihat dari lonjakan kasus Covid-19 di beberapa kota di Indonesia.

Terbaru, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mengatakan banyak rumah sakit di Indonesia yang mulai kewalahan menerima pasien Covid-19.

"Sebetulnya rumah sakit itu menyediakan kapasitas untuk yang terpapar Covid-19, tapi ada keterbatasan kami yaitu ada daerah-daerah yang fasilitas kesehatannya sedikit dan kasusnya banyak sehingga kami mulai kewalahan menerima pasien-pasien kasus Covid-19," kata Sekjen Persi Lia G Partakusuma, Minggu (20/6/2021).

Lia membeberkan bahwa dari 3.039 rumah sakit di Indonesia, ada 1.976 RS yang terdaftar sebagai anggota Persi. Dari jumlah itu, 904 RS ditunjuk pemerintah jadi RS rujukan Covid-19.

Namun, kini lebih dari 2.000 RS mengirimkan klaim Covid-19. Data Kemenkes memperlihatkan lonjakan Covid-19 dari tanggal 15-19 Juni 2021 mulai dari 8.000 hingga 12.000 kasus per hari.

Ambulans bersiap memasuki Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet
Ambulans bersiap memasuki Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wisma Atlet (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

"Kami menganggap ini sebagai lonjakan kedua dari masa saat Indonesia mengalami pandemi Covid-19. Banyak informasi di masyarakat yang menyatakan rumah sakit sudah penuh seperti di Surabaya, Bandung, atau daerah lainnya melaporkan kepada kami sebetulnya sama, kapasitas rumah sakit sekarang ini makin menipis," lanjut Lia.

Data Kemenkes per 19 Juni juga menunjukkan tingkat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit daerah zona merah seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat, kini mencapai 80%.

Lalu, Banten, Jawa Tengah, dan Yogyakarta menunjukan tingkat ketersediaan tempat tidur adalah 60-80%.

"Jadi kalau kita masuk lagi ke dalam kota/kabupaten ternyata banyak juga yang sudah memasuki zona merah atau BOR-nya (bed occupancy rate) berkisar antara 80-100 persen. Kita lihat di Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, NTB, NTT, Maluku, Papua," kata Lia.

Padahal, pada 13 Mei 2021, kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan penurunan. Tapi, kini malah naik pelan-pelan, meskipun secara nasional belum melewati kuota 81.174 bed yang disediakan pemerintah.

Sejumlah tenaga pikul beristirahat setelah memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Cikadut
Sejumlah tenaga pikul beristirahat setelah memakamkan jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Cikadut (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

"Tetapi kapasitas ini terus terisi dan kami melihat di tiap provinsi datanya berbeda-beda. Bahkan di Jakarta dan sekitarnya pasien itu selalu mendatangi rumah sakit besar. Sedangkan rumah sakit kecil ini memang BOR-nya masih rendah karena pasien menuju rumah sakit besar," ucap dia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US