The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

PKB: Isu Reshuffle Memang Kencang, Tapi Presiden Jokowi Belum Beri Sinyal
Jazilul Fawaid. (instagram/@jfgaleri)
News

PKB: Isu Reshuffle Memang Kencang, Tapi Presiden Jokowi Belum Beri Sinyal

Hak Presiden.

Rabu, 01 Desember 2021 20:21 WIB 01 Desember 2021, 20:21 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid mengakui kabar kocok ulang atau reshuffle kabinet saat ini tengah berhembus kencang. Namun dia mengatakan, hal tersebut sepenuhnya merupakan hak Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurut Jazilul, PKB pun hingga saat ini belum diajak bicara oleh Presiden mengenai isu reshuffle. Namun, ia memaklumi kencangnya hembusan isu reshuffle, karena Jokowi kerap melakukan perombakan kabinet pada Hari Rabu Pon, yang bertepatan dengan tanggal 8 Desember 2021.

”Seperti lazimnya yang sering dilakukan Pak Presiden Jokowi, saat ini isu reshuffle memang sedang kencang dibicarakan, meskipun pihak Istana atau Pak Jokowi belum memberikan sinyal,” kata Jazilul kepada wartawan, Rabu (1/12/2021).

Meski demikian, dia mengatakan Presiden tidak akan selalu menjadikan Rabu Pon sebagai hari perombakan kabinet. Apalagi Rabu Pon pamungkas di Tahun 2021 atau sepekan mendatang, belum ada tanda-tanda reshuffle yang akan dilakukan Presiden.

Karena itu, Jazilul melanjutkan, PKB menghormati apa yang akan menjadi keputusan Presiden Jokowi dalam menyusun atau merombak kabinetnya.

”Karena reshuffle itu hak prerogatif Presiden. Kami dari PKB manut saja apa yang nanti akan diambil oleh Presiden, karena Presiden tahu apa yang terbaik buat Indonesia, dan tahu apa yang harus dilakukan dengan para menteri dan kabinetnya,” kata Jazilul.

Mengenai wacana PAN yang disebut-sebut ingin bergabung di kabinet meskipun pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu berada di kubu yang berseberangan sebagai pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, pria yang akrab disapa Gus Jazil itu mengatakan bahwa hal itu juga merupakan hak Presiden.

“Perlu saya ingatkan karena reshuffle ini hak prerogatif Presiden. Jangan mendikte-dikte apa yang menjadi kebijakan Presiden. Jadi, PAN atau siapapun, biarkan Presiden mengambil keputusan, tanpa perlu ditekan-tekan dan didikte-dikte,” katanya menjelaskan.

Artikel Menarik Lainnya :

TAG
Gema Trisna Yudha
Harits Tryan Akhmad
JOIN US
JOIN US