The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Militer Myanmar Bebaskan 23 Ribu Tahanan pada Tahun Baru Thingyan
Kerabat dan keluarga menunggu di luar Penjara Insein, ketika junta Myanmar membebaskan 23.184 tahanan dari penjara di Yangon, Myanmar, 17 April 2021. (photo/REUTERS/Stringer)
News

Militer Myanmar Bebaskan 23 Ribu Tahanan pada Tahun Baru Thingyan

Sabtu, 17 April 2021 19:54 WIB 17 April 2021, 19:54 WIB

INDOZONE.ID - Junta militer Myanmar membebaskan 23.184 tahanan dari penjara di seluruh negeri di bawah amnesti Tahun Baru Budha pada Sabtu (17/4), juru bicara Departemen Penjara mengatakan.

Namun di antara mereka yang dibebaskan itu, hanya sedikit--jika ada-- tahanan dari kalangan aktivis demokrasi yang dipenjara setelah kudeta 1 Februari .

Sabtu adalah hari pertama Thingyan atau Tahun Baru tradisional di Myanmar dan hari terakhir dari liburan lima hari yang biasanya dirayakan dengan kunjungan ke kuil Buddha, festival air, dan perayaan di jalan-jalan.

Dua bulan kudeta berlangsung, situasi di Myanmar masih belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pemberontakan sipil terhadap junta militer kian gencar hingga ke pelosok negeri.

Aktivis pro demokrasi menyerukan pembatalan perayaan tahun ini dan sebaliknya orang-orang fokus pada kampanye untuk memulihkan demokrasi setelah militer menggulingkan pemerintah terpilih pimpinan Aung San Suu Kyi.

Baca juga: Istri Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Atalia Positif Terpapar COVID-19

Untuk diketahui, Suu Kyi termasuk di antara 3.141 orang yang ditangkap sehubungan dengan kudeta tersebut, menurut hitungan oleh kelompok aktivis Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP).

"Para tahanan ini sebagian besar dari sebelum (penahanan) 1 Februari tetapi ada juga beberapa yang dipenjara setelahnya," kata juru bicara Departemen Penjara Myanmar Kyaw Tun Oo kepada Reuters melalui telepon.

Ketika ditanya apakah ada dari mereka yang dibebaskan mungkin telah ditahan sehubungan dengan protes terhadap pemerintahan militer, Kyaw Tun Oo mengatakan dia tidak memiliki rincian amnesti.

Sementara militer membebaskan ribuan tahanan, mereka juga menahan 832 orang dengan surat perintah sehubungan dengan protes tersebut, kata AAPP.

Di antara mereka ada 200 orang, termasuk beberapa influencer, aktor, dan penyanyi yang menentang kudeta, dicari dengan tuduhan memicu perbedaan pendapat di angkatan bersenjata, yang dapat dijatuhi hukuman penjara tiga tahun.

Dua dari mereka, yaitu pasangan suami istri sutradara film Christina Kyi dan aktor Zenn Kyi, ditahan di bandara di kota utama Yangon pada Sabtu ketika mereka mencoba untuk pergi dengan penerbangan ke Bangkok, berdasarkan laporan situs berita Irrawaddy.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US