The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menko Airlangga: PPKM Mikro Akan Diperpanjang 15-28 Juni 2021
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (Foto: ANTARA/Nova Wahyudi)
News

Menko Airlangga: PPKM Mikro Akan Diperpanjang 15-28 Juni 2021

Tren peningkatan kasus COVID-19 diminta segera dikendalikan.

Senin, 14 Juni 2021 00:01 WIB 14 Juni 2021, 00:01 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut tren peningkatan kasus COVID-19 harus segera dikendalikan melalui testing, tracing dan pelaksanaan isolasi serta penguatan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

“Peningkatan kasus COVID-19 ini harus segera dikendalikan dan jangan sampai mengganggu upaya pemulihan ekonomi yang saat ini sedang digulirkan pemerintah bersama pelaku usaha dan masyarakat,” kata Menko Airlangga seperti dilansir Antara di Jakarta, Minggu (13/6/2021).

Menko Airlangga yang juga Ketua Komite PC-PEN mengungkapkan bahwa berdasarkan pada tren kenaikan BOR atau keterpakaian tempat tidur Isolasi maupun ICU, terutama di keempat provinsi utama di Pulau Jawa, maka perlu segera dilakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk COVID-19 di rumah sakit sebesar 30-40 persen.

BACA JUGA: Varian COVID-19 India Ditemukan di Kudus, Ganjar: Penularannya Lebih Cepat

Utamanya di kabupaten/kota yang termasuk zona merah dan BOR tinggi di atas 60 atas serta juga perlu dilakukan peningkatan kapasitas tempat tidur untuk COVID-19 di rumah sakit rujukan di kota terdekat atau Ibukota Provinsi.

“Penambahan kapasitas ini akan dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama dengan pemerintah daerah dan akan dievaluasi lagi selama seminggu ke depan,” tutur Airlangga.

Oleh karena itu PPKM Mikro akan dilanjutkan dengan melakukan perpanjangan tahap sepuluh yang akan mulai diberlakukan tanggal 15-28 Juni 2021 sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri yang sedang dalam proses penyelesaian.

“PPKM Mikro akan diperpanjang untuk tanggal 15 hingga 28 Juni 2021 dan di dalam pengaturan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, harus mempertimbangkan perkembangan zonasi risko wilayah di masing-masing daerah,” ujar Airlangga.

Pemerintah, lanjut Airlangga, juga akan mempercepat pelaksanaan Genome-Sequencing untuk melacak Genome(rangkaian DNA/RNA), terutama terkait dengan potensi penularan virus corona varian baru.

Selain juga mendorong percepatan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 di klaster kesehatan, terutama yang terkait dengan program diagnostik (testing dan tracing) yang anggarannya ada di Pemda masing-masing.

Sejak selesainya libur Idul Fitri, terjadi tren peningkatan kasus COVID-19 yang ditandai dengan peningkatan kasus harian terkonfirmasi dan peningkatan keterpakaian tempat tidur isolasi dan ICU di Rumah Sakit, terutama di empat provinsi di Pulau Jawa, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Per 13 Juni 2021, tercatat tingkat kasus aktif sebesar 5,9 persen dan tingkat kesembuhan sebesar 91,3 persen. Kemudian kematian tercatat 2,80 persen, tinggi daripada global yang sebesar 2,16 persen. Kasus harian terkonfirmasi pun bertambah 9.868 kasus per 13 Juni 2021.

Jika dibandingkan dengan data rata-rata seminggu sebelumnya (7DMA), maka kasus terkonfirmasi tercatat naik 27,32 persen, kasus aktif meningkat 3,97 persen, kasus kematian naik 7,92 persen dan jumlah pasien dirawat di RS juga meningkat 24,5 persen.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US