The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Guru yang Lakukan Pelecehan Seksual di Jakut Ditangkap, Modus Beri Uang dan Baju Baru
Konferensi pers penangkapan tersangka pelecehan seksual terhadap siswa sebuah Yayasan Pendidikan di Jakarta Utara pada Rabu (9/6/2021). (photo/ANTARA/Abdu Faisal)
News

Guru yang Lakukan Pelecehan Seksual di Jakut Ditangkap, Modus Beri Uang dan Baju Baru

Rabu, 09 Juni 2021 19:52 WIB 09 Juni 2021, 19:52 WIB

INDOZONE.ID - Polres Metro Jakarta Utara mengungkap modus pelecehan seksual terhadap siswa sebuah yayasan pendidikan di Jalan Inspeksi Waduk Pluit, Penjaringan, pada Rabu (9/6).

Kapolres Metro Jakarta Utara Komisaris Besar Polisi Guruh Arif Darmawan mengatakan tersangka berinisial HS (58), seorang oknum guru di yayasan tersebut mengiming-iming para korbannya dengan uang dan baju baru.

"Tersangka selalu berkata pada korban, 'jangan bilang siapa-siapa'. Untuk membujuknya, pelaku ini memberikan uang dan juga baju-baju baru kepada para korban-korbannya ini. Dan juga berikan uang dengan jumlah bervariasi antara Rp5.000 sampai Rp20.000 per orang," kata Guruh di Markas Polres Jakarta Utara dikutip dari ANTARA

Guruh mengatakan peristiwa terjadi sekitar Maret 2021, ketika korban selesai belajar tatap muka dengan tersangka di dalam yayasan.

"Siang hari, sekitar Maret 2021 ketika korban selesai belajar di tempat tersangka," kata Guruh.

Baca juga: Buntut Promo BTS Meal, Polri Turun Tangan Beri Edukasi Antrean McD Tak Langgar Prokes

Pelapor kasus ini adalah orang tua salah satu korban. Jumlah korban sementara sebanyak lima orang dengan rentang usia 7-9 tahun.

Kemudian barang bukti yang dimiliki antara lain surat visum korban dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Sejumlah baju korban juga turut diperiksa polisi sebagai barang bukti.

Awal kejadian pada 4 Mei 2021. S. Saat itu orang tua korban bingung mencari anaknya karena sudah pukul 22.00 WIB belum pulang ke rumah, padahal teman-temannya sudah pulang.

"Kemudian saat itu juga korban dicari orang tuanya. Orang tuanya tanya ke teman-teman korban, anaknya ada di mana. Kemudian diberitahu (temannya) kalau korban saat itu bersama pelaku," katanya.

Kemudian pada saat itu dicari dan ketemu.

"Korban bilang dan bercerita pada orang tuanya tentang perlakukan tersangka terhadap korban," kata Guruh.

Berdasarkan cerita korban, anaknya tidak sendiri. Sejumlah temannya pernah mendapat pelecehan seksual oleh tersangka.

Ssetelah kejadian ini diketahui para orang tua, pelaku melarikan diri. Namun polisi berhasil menangkap tersangka di daerah Cengkareng, Jakarta Barat, pada Senin (7/6).

Karena perbuatannya, tersangka terancam hukuman penjara karena melanggar pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. Adapun ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US