The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta Baru! Nani Aprilliani Kirim Sate Sianida Karena Sakit Hati Di-Ghosting Aiptu Tomi
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate sianida di Bantul. (Instagram Manaberita)
News

Fakta Baru! Nani Aprilliani Kirim Sate Sianida Karena Sakit Hati Di-Ghosting Aiptu Tomi

Senin, 03 Mei 2021 13:30 WIB 03 Mei 2021, 13:30 WIB

INDOZONE.ID - Pelaku pengirim paket sate beracun di Bantul telah ditangkap oleh Polres Bantul pada Jumat (30/4/2021). Setelah tiga hari dirahasiakan, pelaku akhirnya diungkap ke publik pada Senin (3/5/2021) oleh Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sesuai ciri-ciri yang dibocorkan sebelumnya, pelakunya adalah seorang wanita bernama Nani Aprilliani Nurjaman (25), seorang karyawan swasta asal Kabupaten Majalengka, Jawa Tengah.

Ia mengaku mengirimkan sate beracun itu kepada Aiptu Tomi, seorang penyidik di Satreskrim Polresta Yogyakarta, lantaran sakit hati tak jadi dinikahi.

Faktanya, Aiptu Tomi justru menikah dengan perempuan lain.

"Motifnya adalah sakit hati karena ternyata si target ini nikah dengan orang lain, tidak dengan dirinya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda DIY Kombes Pol Burkan Rudy Satria.

Pada sejumlah fotonya yang beredar di media sosial, terlihat bagaimana ia sedang memegang sejumlah tusuk sate kacang, sambil tersenyum ke arah kamera.

ist
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate sianida di Bantul. (Instagram Manaberita)

Pada fotonya yang lain, ia terlihat berpose dengan tangan bersidekap di bawah dada, mengenakan kaus biru lengan panjang. Pada foto yang lain lagi, ia tersenyum ke arah kamera, memakai kaos pink.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Nani mengirimkan sate beracun tersebut kepada Aiptu Tomi, karena sakit hati tak jadi dinikahi. Faktanya, Aiptu Tomi memilih menikah dengan perempuan lain.

Saat itu, Nani menggunakan jasa Bandiman, seorang driver ojol, tanpa memesan lewat aplikasi. 

Setelah disepakati, Bandiman meminta ongkos Rp25 ribu, namun wanita itu membayar Rp30 ribu. 

ist
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate sianida di Bantul. (Instagram Manaberita)

Kepada Bandiman, NA berpesan bahwa lontong sate itu dikirim oleh seseorang bernama Pak Hamid.

"Bilang paket ini dari Pak Hamid nggih, Mas," ujar perempuan itu kepada Bandiman sembari menyerahkan ongkos kirim.

Saat itu, Bandiman sama sekali tidak merasa curiga. Ia menerima begitu saja permintaan dari perempuan tersebut dan mengantarkan paket itu ke alamat tujuan, yakni di Perumahan Bukit Asri Nomor FF01, Padukuhan Sembungan, Desa Bangunjiwo Kecamatan Kasihan, Bantul.

ist
Nani Aprilliani Nurjaman, wanita pengirim sate sianida di Bantul. (Instagram Manaberita)

Ketika sampai di alamat tujuan, Bandiman tidak menemukan warga yang bernama Tomi. Ia kemudian menelepon Tomi, dan Tomi memberitahu bahwa ia sedang di luar kota dan meminta paket itu dikomunikasikan dengan istrinya yang ada di rumah.

Namun, istri Tomi menolak paket lontong sate tersebut karena merasa tidak kenal dengan orang yang bernama Pak Hamid.

"Yowis buat mas mawon, buat buka puoso," ujar wanita itu.

Di rumah, Bandiman langsung membuka lontong sate itu. Ia dan anak pertamanya pun sempat menyantap dua tusuk sate itu tanpa bumbunya, dan mereka tidak apa-apa. 

Namun nahas, anaknya yang kecil, yakni Naba Faiz Prasetya, langsung keracunan begitu menyantap lontong sate itu dengan bumbunya.

Sempat dilarikan ke rumah sakit, bocah itu pun meninggal dunia.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US