Pekanbaru Jadi Pusat Pembuatan Hujan Buatan
Jokowi pantau pembuatan hujan buatan di Pekanbaru, Riau. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Laily Rachev)
News

Pekanbaru Jadi Pusat Pembuatan Hujan Buatan

Yulia Marianti
Selasa, 17 September 2019 11:50 WIB 17 September 2019, 11:50 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah menggunakan pesawat terbang dalam memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau. Pesawat terbang itu digunakan untuk menciptakan hujan buatan.

Dilansir dari Seketariat Kabinet Republik Indonesia, Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto mengatakan, akan menggunakan dua pesawat di-pool Pekanbaru yang akan digunakan untuk menciptakan hujan buatan itu.

"Ada dua CASSA dari pesawat TNI AU, CN-235, satu Hercules itu di-pool di sini yang disiagakan, dimuati garam. Setiap saat ada laporan awan, terbang, bikin hujan buatan, berarti ada," kata Wiranto, di Pekanbaru, Riau, Senin (16/9).

Lebih lanjut Wiranto menjelaskan, untuk memadamkan Karhutla di Provinsi Riau sudah dilakukan 71.000 sorti penerbangan dan air yang ditumpahkan sudah sekitar dua ratus sekian juta liter.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meminta agar pembuatan hujan buatan terus dilakukan dengan jumlah yang lebih besar, Jokowi juga meminta tambahan pasukan dalam menangangi Karhutla di Provinsi Riau.

"Pasukan pun juga sudah kita tambahkan, saya perintahkan hari Jumat untuk ditambah ke sini," kata Jokowi.

Jokowi  mengingatkan, dukungan dari pemerintah daerah untuk penanganan Karhutla. Mengingatkan, pengalaman dari tahun ke tahun sebelumnya menunjukkan, betapapun langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, kalau tidak ada dukungan dari pemerintah daerah akan sulit diselesaikan.

Presiden mempertanyakan, Gubernur yang memiliki perangkat-perangkat sampai ke bawah, Bupati, Wali Kota, Camat, Kepala Desa, Pangdam juga punya perangkat dari Danrem, Dandim, ada Koramil, Babinsa semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat, dari Kapolres, Kapolsek sampai Babinkamtibmas semuanya ada. Belum yang di BNPB, belum kita punya di Kehutanan. 

"Tapi, perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik. Kalau infrastruktur ini diaktifkan secara baik, saya yakin yang namanya satu titik api pasti sudah ketahuan dulu sebelum sampai menjadi ratusan titik api, dan itu sudah saya ingatkan berkali-kali mengenai ini," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Yulia Marianti