Andai Kalah di MK, Prabowo Kemungkinan Gabung Jokowi
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
News

Andai Kalah di MK, Prabowo Kemungkinan Gabung Jokowi

Ivanrida
Senin, 24 Juni 2019 09:08 WIB 24 Juni 2019, 09:08 WIB

Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN), Faldo Maldini, memprediksi Prabowo Subianto akan bergabung dengan koalisi Joko Widodo andai dinyatakan kalah dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK).

Faldo mengutarakan pendapatnya dalam unggahan video bertajuk 'Prabowo (Mungkin) Gabung Jokowi). Awalnya, dia berbicara soal kemungkinan Prabowo ataupun Jokowi seusai menerima keputusan di MK, hingga hal-hal yang bakal terjadi dalam dunia politik Tanah Air.

Wasekjen PAN itu juga membahas perolehan suara partai Gerindra di Pileg 2019. Gerindra diketahui meraih 12,97 persen suara dan menempati posisi kedua.

"Jadi, mungkin tidak yang 12 persen gabung sama Jokowi? Saya tidak bilang sih, kalau Gerindra gabung ke Jokowi itu buruk. Itu realistis. Itu pilihan bagi parpol, berada dalam lingkaran kekuasaan tentu lebih baik," kata Faldo.

Saat ini hasil Pilpres 2019 masih menunggu keputusan persidangan. Faldo pun menganggap segala kemungkinan masih bisa terjadi di dunia politik.

"Balik lagi misal, Prabowo memilih gabung dengan Jokowi, kalau misal Jokowi terpilih, atau entah siapapun yang menang. Misal, Jokowi gabung Prabowo. Prabowo jadi wantimpres (Dewan Pertimbangan Presiden) atau Jokowi jadi penasihat presiden. Kiai Ma'ruf jadi menteri atau penasihat presiden, Sandi jadi menteri mungkin," ujar Faldo.

Prabowo kerap menyinggung kebocoran anggaran di pemerintahan dalam sejumlah pidatonya. Faldo pun menegaskan capres nomor urut kedua itu harus mewujudkan gagasan tersebut jika mengisi jabatan publik.

"Misal, Prabowo selalu bilang kebocoran anggaran. Ketika Prabowo gabung ke pemerintahan Jokowi, dia bisa menyampaikan pikirannya, membuat anggaran negara ini tidak bocor," lanjut Faldo.

    Indozone Media
    Indozone Media

    Ivanrida

    Editor