5 Kasus Autopsi Mayat di Indonesia yang Jadi Sorotan!
Ilustrasi mayat. (IMDB)
News

5 Kasus Autopsi Mayat di Indonesia yang Jadi Sorotan!

Autopsi dilakukan untuk memeriksa sebab kematian korban.

Jumat, 10 Januari 2020 11:51 WIB 10 Januari 2020, 11:51 WIB

INDOZONE.ID - Mantan istri Sule, Lina Zubaidah, meninggal dunia pada 6 Januari 2020 lalu. Anak pertama Lina dengan Sule, Rizky Febian melihat kejanggalan kematian ibunya.

Rizky kemudian melaporkan kejanggalan tersebut ke Polda Jawa Barat. Menanggapi laporan Rizky, pihak kepolisian akhirnya mengautopsi jenazah Lina pada Kamis (9/1/2020).

Proses autopsi yang dimulai pukul 10.00 WIB itu melibatkan tim dokter forensik dari Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Polrestabes Bandung, dan Polda Jabar. Hasil autopsi akan diumumkan dua pekan lagi.

Selain kasus autopsi Lina, tenyata ada beberapa kasus serupa yang terjadi di Indonesia. Apa saja?

Berikut Indozone rangkum dari berbagai sumber, 5 kasus autopsi mayat yang terjadi di Indonesia.

1. Wayan Mirna Salihin

Autopsi mayat
Wayan Mirna Salihin dan suami. (Facebook/misca88)

Kamu ingat dengan misteri kematian Mirna yang meninggal usai menyeruput kopi di Grand Indonesia pada 6 Oktober 2016 lalu?

Mirna mengalami kejang setelah meneguk Es Kopi Vietnam yang dipesan pelaku Jessica Kumala Wongso. Kopi itu telah diberi sianida oleh pelaku.

Tim forensik kemudian melakukan autopsi jenazah Mirna. Berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium forensik (labfor), diketahui jika pada salah satu sampel kopi mengandung zat racun sianida.

Ditemukan pendarahan pada lambung Mirna dikarenakan adanya zat yang bersifat korosif masuk dan merusak mukosa lambung.

2. Munir

Autopsi Mayat
Munir Said. (Wikipedia)

Munir Said meninggal di dalam pesawat jurusan Amsterdam, Belanda pada 7 September 2004 lalu.

Tiga jam setelah pesawat GA-974 take off dari Singapura, awak kabin melaporkan kepada pilot Pantun Matondang, bahwa seorang penumpang bernama Munir yang duduk di kursi nomor 40 G menderita sakit.

Munir bolak balik ke toilet. Pilot meminta awak kabin untuk terus memonitor kondisi Munir.

Munir pun dipindahkan duduk di sebelah seorang penumpang yang kebetulan berprofesi dokter yang juga berusaha menolongnya pada saat itu.

Namun dua jam sebelum mendarat di Bandara Schipol Amsterdam, tepat pukul 08.10 waktu Amsterdam, saat diperiksa, Munir telah meninggal dunia.

Jenazah Munir pun kemudian diautopsi oleh Institut Forensik Belanda (NFI).  Lembaga independen di Belanda ini menemukan kandungan arsenik (As) di dalam darah Munir yang mematikan.

3. Golfrid Siregar

Autopsi Mayat
Golfrid Siregar. (Walhi)

Golfrid Siregar merupakan aktivis lingkungan dan hak asasi manusia (HAM) dan juga advokat Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Pada 3 Oktober 2019 lalu, Golfrid dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan tergeletak dalam kondisi berlumuran darah di jembatan layang, kawasan Simpang Pos Medan.

Aparat kepolisian setempat kemudian melakukan autopsi untuk mengungkap kematian Golfrid Siregar. Apakah menjadi korban pembunuhan atau kecelakaan lalu lintas.

Hingga kini, penyebab meninggalnya Golfrid masih menjadi misteri.

4. Edi Chandra dan Adi Pradana

autopsi mayat
Kiri: mobil korban yang ditemukan terbakar. (ANTARA/Aditya Rohman), kanan: pelaku pembunuhan, Aulia Kesuma (Facebook/Aulia Mei Nie)

Kasus yang sempat mengegerkan publik selanjutnya ialah kasus pembunuhan yang dilakukan Aulia Kesuma kepada suami, Edi Chandra dan anak tirinya, Adi Pradana.

Jasad kedua korban ditemukan warga terbakar dalam sebuah mobil di Kampung Cipanengah Bondol, Desa Pondok Kaso Tengah, Cidahu, Sukabumi pada 25 Agustus 2019 lalu.

Polisi dibantu warga kemudian memadamkan kobaran api tersebut, dan ditemukan ada mayat di dalam mobil. Petugas yang curiga kemudian melakukan autopsi.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan, Edi dan Dana dibunuh terlebih dahulu sebelum akhirnya dibakar. Hal itu terbukti dari mayat yang sudah mengalami pembusukan.

Atas perbuatannya, Aulia Kesuma terancam dijerat pasal 340 dan atau 338 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.

5. Pembunuhan berantai oleh perwira Polda Jambi

autopsi mayat
Garibaldi Handayani. (Boombastis)

Peristiwa pembunuhan sadis yang telah menelan 7 korban jiwa dilakukan oleh Iptu Garibaldi Handayani.

Ia memulai pembunuhan tersebut sejak tahun 1999 hingga akhir 2004. Pelaku membunuh korban secara sadis dengan cara ditembak dengan pistol miliknya.

Dari hasil autopsi yang dilakukan tim forensik terhadap salah satu mayat, Nurmata Lily, ditemukan lima peluru bersarang  di kepala dan empat peluru bersarang di bagian dada korban.

Numarta Lily yang merupakan mantan istri ketiganya itu dikabarnya korban terakhirnya yang dibunuh di Kabupaten Pelalawan-Riau.


Itulah 5 deretan kasus autopsi mayat di Indonesia. Ada lagi yang kamu tau guys?

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fauzi
Yulia Marianti
Fauzi

Fauzi

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU