The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tersangka Penembakan 19 Siswa dan 2 Guru SD di Texas adalah Korban Perundungan
Sebuah insiden penembakan terjadi pada sebuah SD di Texas, Amerika Serikat (REUTERS/Marco Bello)
News

Tersangka Penembakan 19 Siswa dan 2 Guru SD di Texas adalah Korban Perundungan

Miliki masalah pada emosinya.

Rabu, 25 Mei 2022 14:04 WIB 25 Mei 2022, 14:04 WIB

INDOZONE.ID - Serangan brutal kembali terjadi di Amerika Serikat (AS) tepatnya pada sebuah sekolah dasar (SD) Robb di Kota Uvalde, Texas Selatan, pada Selasa (24/5/2022) siang waktu setempat. Insiden itu menewaskan 19 siswa dan dua guru termasuk pelaku.

Pelaku sendiri bernama Salvador Ramos yang masih berusia 18 tahun. Ia tewas di tempat kejadian setelah melakukan perlawanan terhadap petugas.

Sebelum melakukan aksi brutalnya tersebut, Ramos ternyata merupakan seorang korban perundungan lantaran memiliki keluarga dengan kondisi finansial yang kurang. Hal tersebut diutarakan oleh mantan teman sekelasnya di waktu sekolah dulu.

"Dia (Ramos) hampir tidak pernah datang ke sekolah semenjak diintimidasi karena berpakaian dan memiliki orang tua yang miskin," ucap mantan teman sekelas Ramos yang tak ingin disebutkan namanya itu, seperti disadur dari Daily Mail, Rabu (25/5/2022).

Baca Juga: 18 Siswa SD dan 2 Guru Tewas Ditembak, Pelaku Langsung Didor Mati

Semenjak saat itu, sang teman mulai memiliki jarak dengan Ramos. Meski beberapa kali bertukar pesan singkat melalui konsol permainan Xbox.

"Saya dan dirinya jarang bertemu sejak saat itu. Walaupun kami beberapa kali saling bertukar pesan singkat saat sama-sama bermain Xbox," sambungnya.

Kepribadian yang antisosial Ramos pun juga dirasakan oleh rekan kerjanya di sebuah restoran cepat saji. Ia mengungkapkan bahwa Ramos merupakan seorang yang sangat pendiam, namun kerap menunjukkan prilaku kasar.

"Dia terkadang akan sangat kasar terhadap gadis-gadis itu, dan salah satu juru masak, mengancam mereka dengan bertanya, 'Apakah Anda tahu siapa saya?' Dan dia juga akan mengirim SMS yang tidak pantas kepada para wanita," ungkapnya.

Menyikapi insiden tersebut, Presiden AS Joe Biden memerintahkan pengibaran bendera setengah tiang hingga Sabtu (28/5/2022) untuk memperingati tragedi memilukan tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US