The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dilarang Bawakan Lagu Medley di AMA, Tagar #IStandWithTaylor Viral
REUTERS/Andrew Kelly
News

Dilarang Bawakan Lagu Medley di AMA, Tagar #IStandWithTaylor Viral

Sabtu, 16 November 2019 15:50 WIB 16 November 2019, 15:50 WIB

INDOZONE.ID - Tagar #IStandWithTaylor menjadi viral di media sosial. Tagar ini sebagai dukungan untuk penyanyi Taylor Swift, karena dilarang untuk membawakan lagu medley dalam ajang American Music Awards (AMA) 2019.

Banyak seleb dunia yang memberikan dukungan untuk pelantun lagu "Me" ini. Swift sendiri dilarang untuk membawakan lagu medley di AMA oleh CEO Big Machine Records Scott Borchetta dan Scooter Braun.

swift
REUTERS/Mario Anzuoni

Borchetta dan Braun beralasan label itu tengah merekam ulang musik Swift dan Swift baru bisa membawakan lagu-lagu lawasnya pada 2020.

Salah satu seleb yang turut memberikan dukungan untuk Swift ialah penyanyi Lili Allen.

"Solidaritas terhadap Taylor. Itu terdengar sangat buruk dan orang-orang masih bertanya-tanya kenapa dunia musik belum punya gerakan #MeToo?" ujar Lili.

Di sisi lain, lewat akun Instastory, Halsey juga turut memberikan dukungan untuk Swift. Dalam instastory itu, Halsey mengecam tindakan label Big Machine.

"Jahat. Itu hukuman. Itu upaya membungkam dia (Swift). Keanggunan dan kesabarannya pada masa-masa inilah yang membuat dia sebagai Artis Dekade," kata Halsey.

Tak hanya Lili dan Halsey, selebritas lain seperti Tinashe, Todrick Hall, hingga Rebecca Black juga memberikan dukungannya untuk Swift.

Menanggapi dirinya yang dilarang untuk membawakan lagu medley populernya dalam ajang American Music Awards 2019, Swift menuliskan sebuah cuitan di akun Twitternya berjudul "Don't know what else to do".

"Aku akan mendapatkan penghargaan artist of the decade dalam AMA dan sudah berencana untuk melakukan medley hit saya sepanjang dekade dalam acara itu," tulis Swift.

"Namun, Scott Borchetta dan Scooter Braun sekarang mengatakan saya tidak diizinkan untuk menampilkan lagu-lagu lamaku di televisi. Mereka mengklaim akan merekam ulang musikku dan aku tidak diizinkan hingga tahun depan," lanjut Swift.

Tak hanya dilarang untuk membawakan lagu medley, Siwft yang sedang membuat film dokumenter bersama Netflix juga tidak diizinkan untuk memakai lagu lawas Swift dalam proyek film tersebut.

Scott dan Scooter juga disebut memberikan ancaman bagi Swift apabila dia buka mulut dan tidak mengindahkan perintah dua petinggi Big Machine Records tersebut.

Atas kejadian ini, Swift berharap para musikus dan petinggi label dapat memberikan kebebasan terhadap seniman.

"Pesan yang dikirim (oleh Scott dan Scooter) sangat jelas: Jadilah gadis kecil yang baik dan tutup mulut, atau kau akan dihukum. Itu hal yang salah. Mereka tidak melakukan apa pun untuk menciptakan lagu dan hubungan yang aku miliki dengan penggemarku," tutur Swift.

Swift juga mengatakan bahwa ia dan timnya telah berusaha secara pribadi untuk tetap dapat membawakan lagu lamanya. Sayangnya, langkah ini belum membuahkan hasil. Swift berharap agar penggemarnya terus memberikannya dukungan untuk terus berkarya dan menampilkan musiknya.

"Aku cinta kalian. Dan kupikir, kalian harus tahu apa yang sedang terjadi," jelas Swift.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Indozone
Putri
Putri

Putri

Writer
Putri

Putri

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US