The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kasus Covid-19 di RI Melonjak Lagi, Satgas Minta Masyarakat Tak Berkerumun dan Bepergian
Petugas keamanan berjaga di depan gerbang masuk Perumahan Griya Melati, Kelurahan Bubulak, Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (20/5/2021). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah).
News

Kasus Covid-19 di RI Melonjak Lagi, Satgas Minta Masyarakat Tak Berkerumun dan Bepergian

Beban pelayanan meningkat.

Kamis, 20 Mei 2021 18:00 WIB 20 Mei 2021, 18:00 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B. Harmadi menghimbau agar masyarakat tetap meminta masyarakat tetap tidak berkerumun dan bepergian terlebih dahulu. Sebab menurut dia, dengan banyaknya kerumunan dan aktivitas perjalanan membuat potensi penyebaran Covid-19 tinggi. Bahkan, hari ini kasus Covid-19 naik menjadi 5.797 kasus dimana sebelumnya lebih rendah.

“Inilah yang memicu lonjakan kasus. Lalu saat terjadi lonjakan kasus, beban pada pelayanan kesehatan juga ikut meningkat,” ujar Sonny di Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Ia menekankan bilamana pemerintah terus berupaya menekan angka Covid-19. Seperti melarang mudik dan mengetatkan aktivitas masyarakat ke luar kota. Sejauh ini, lanjut Sonny, jumlah penumpang yang menggunakan transportasi darat maupun udara turun pun turun hingga diatas 50 persen.

“Transportasi baik angkutan laut, udara, bahkan angkutan darat lalu lintasnya turun 93 persen. Angkutan udara pun turun 70 persen. Esensi pelarangan mudik itu adalah agar masyarakat jangan melakukan perjalanan pada tanggal berapapun,” terangnya.

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Lia G. Partakusuma khawatir jika masyarakat tak patuh terhadap larangan mudik pasien Covid-19 yang dirawat di RS akan datang secara bersamaan dengan jumlah yang besar.

“Kalau sampai 7-8 ribu pasien dirawat bersamaan, maka RS akan sangat kewalahan sehingga tidak bisa membantu dengan maksimal,” ungkap Lia.

Baca Juga: Presiden AS Biden Desak PM Israel Segera Turunkan Ketegangan di Gaza

Tidak hanya itu, lanjut Lia, jika terjadi lonjakan kasus maka tenaga kesehatan juga dikhawatirkan tidak mencukupi. Dia mencontohkan sebagaimana yang terjadi pada awal tahun lalu.

Saat ini kondisi keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) secara nasional kurang dari 30 persen. Namun sudah ada beberapa provinsi yang menunjukkan peningkatan BOR cukup signifikan.

“Aceh dan Sulawesi Barat BOR-nya kini sudah di atas 50 persen. Ada juga beberapa provinsi yang BOR-nya mencapai 25-50 persen seperti Sumatera Utara, Kalimantan Barat, dan Riau. Lalu yang peningkatannya 10-24 persen ada di Sumatera Barat, Bangka Belitung, Kep. Riau, Jawa Tengah, dan Jambi,” ungkap Lia.

Sementara itu, Guru Besar FKUI Soedjatmiko mengimbau agar pemerintah membatasi kerumunan di manapun, baik pemudik maupun yang tidak mudik. Menurutnya, warga yang tak mudik juga sebaiknya jangan berkerumun di pusat perbelanjaan, apalagi di tempat wisata.

“Jangan sampai saudara kita tertular Covid-19 hingga bergejala berat dan masuk rumah sakit,” tutur Soedjatmiko.

Soedjatmiko memaparkan berdasarkan data Satgas bilamana dari 6-7 orang yang berkerumun ada 1 orang yang positif Covid-19. Oleh sebab itu dia menegaskan agar masyarakat tetap patuh dan tidak berkerumun.

“Apalagi dalam kerumunan itu kecenderungan mengabaikan protokol kesehatan juga tinggi, seperti memakai masker tidak benar, bahkan tidak memakai masker sama sekali,” tukasnya.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Harits Tryan Akhmad
JOIN US
JOIN US