The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pilu, Pandemi COVID-19 Disebut Berpeluang Menambah Populasi Yatim Piatu
Keluarga mengazankan jenazah pasien COVID-19 sebelum dimakamkan di TPU Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (18/6/2020). (ANTARA/Muhammad Iqbal)
News

Pilu, Pandemi COVID-19 Disebut Berpeluang Menambah Populasi Yatim Piatu

Senin, 21 Juni 2021 13:03 WIB 21 Juni 2021, 13:03 WIB

INDOZONE.ID - Direktur Penyakit Menular Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Asia Tenggara periode 2018-2020, Prof Tjandra Yoga Aditama melaporkan pandemi COVID-19 berisiko menambah populasi yatim piatu di Indonesia bila tidak disikapi secara maksimal.

"Data 5 Juni 2021 di India ada 3.632 anak terpaksa menjadi yatim piatu karena kedua orang tuanya meninggal akibat COVID-19, dan ada 26.176 anak yang kehilangan salah satu orang tuanya karena penyakit ini. Beberapa pihak bahkan menduga angkanya lebih tinggi lagi dari yang dilaporkan saat ini," kata Tjandra dalam pernyataan secara tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (21/6/2021).

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengemukakan laju kasus COVID-19 di Tanah Air hingga Minggu (20/6/2021) sudah menembus angka 13.737 jiwa. Yang lebih gawat adalah angka terkonfirmasi positif berdasar PCR lebih 40 persen.

"Angka yang luar biasa tingginya," ujarnya.

Menurut Tjandra, sisi lain dari angka statistik yang ada, yaitu dampak langsung pada yang sakit dan keluarganya, khususnya anak-anak yang harus kehilangan ayah atau ibunya yang meninggal karena sakit COVID-19.

"Cukup banyak dari mereka yang meninggal terjadi karena peningkatan kasus dan kematian di India pada April hingga Mei 2021 ini," kata Yoga.

Menurut Tjandra, beberapa pihak menyebut hal ini sebagai dampak membekas yang amat menyedihkan akibat pandemi atau tragic legacy of India's pandemic. Meski demikian, ia berharap kasus COVID-19 bisa menurun.

Tjandra kemudian mengatakan bahwa pemerintah India menyediakan anggaran yang relatif besar untuk kehidupan anak-anak yang kehilangan orang tua

 "Tetapi 'nasi sudah menjadi bubur', anak-anak sudah kehilangan orang tuanya, jangan sampai hal seperti ini terjadi di negara kita," ungkapnya.

Tjandra menambahkan COVID-19 bukan hanya masalah kesehatan masyarakat, bukan hanya tentang pandemi, bukan hanya tentang dampak sosial ekonomi, tetapi ini adalah masalah mendasar kemanusiaan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US