The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

13 Warga Korsel Meninggal Usai Disuntik Vaksin Flu, Picu Kekhawatiran
Para pejalan kaki menggunakan masker untuk cegah penularan Covid-19 di Seoul, Korea Selatan, Rabu (22/7/2020). (REUTERS/Kim Hong-Ji)
News

13 Warga Korsel Meninggal Usai Disuntik Vaksin Flu, Picu Kekhawatiran

Khawatir keamanan vaksin.

Kamis, 22 Oktober 2020 10:34 WIB 22 Oktober 2020, 10:34 WIB

INDOZONE.ID - Dalam beberapa hari terakhir setidaknya 13 warga Korea Selatan dilaporkan meninggal setelah menerima suntikan vaksin flu menurut laporan media lokal. Sebelumnya, pejabat terkait melaporkan sembilan kematian warga Korsel setelah menerima suntikan vaksin flu. Kemudian hari ini, kantor berita Yonhap melaporkan empat kematian lainnya.

Hal ini memicu kekhawatiran warga lainnya tentang keamanan vaksin, meskipun pihak berwenang menampik kaitan penyebab kematian dengan pemberian vaksin tersebut.

Dilansir dari Reuters, Kamis (22/10/2020), otoritas kesehatan Korea Selatan mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menunda program menyuntikkan vaksin ke 19 juta warga secara gratis. Sebab, setelah dilakukan penyelidikan awal terhadap enam kematian tidak ditemukan adanya hubungan langsung dengan vaksin.

Menurut otoritas tersebut, tidak ada zat beracun yang ditemukan dalam vaksin. Lima dari enam orang yang meninggal itu disebut memang memiliki kondisi yang mendasari kematian.

Dari empat orang yang dilaporkan meninggal hari ini, termasuk seorang remaja laki-laki berusia 17 tahun dan pria berusia 70-an. Ini terjadi hanya seminggu setelah program vaksinasi flu gratis untuk remaja dan lansia dilakukan kembali.

Sebelumnya program tersebut sempat ditangguhkan selama tiga minggu setelah ditemukan bahwa sekitar 5 juta dosis vaksin yang perlu disimpan di lemari es terpapar pada suhu ruangan saat diangkut ke fasilitas kesehatan.

Vaksin yang digunakan di Korea Selatan berasal dari banyak sumber, termasuk produsen obat lokal GC Pharma, SK Bioscience dan Ilyang Oharmaceutical Co, bersama dengan Sanofi Prancis dan Glaxosmithkline Inggris.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US