The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Jejeran Polisi Tidur Jumlah Banyak di Tangerang, Polisi Pastikan Sudah Dihancurkan
Ilustrasi polisi tidur. (Freepik)
News

Viral Jejeran Polisi Tidur Jumlah Banyak di Tangerang, Polisi Pastikan Sudah Dihancurkan

Meresahkan!

Rabu, 29 Juni 2022 11:49 WIB 29 Juni 2022, 11:49 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah video viral memperlihatkan deretan polisi tidur di jalan di Tangerang namun dalam jumlah yang tidak wajar karena jumlahnya mencapai 20 buah. Pihak kepolisian setempat pun memastikan polisi tidur tersebut sudah dihancurkan.

Dilihat Indozone di akun Instagram @tangerang.terkini, tampak video menampilkan sejumlah orang yang sedang menghancurkan jejeran polisi tidur tersebut. Polisi tidur itu tampak dalam jumlah banyak dan tidak wajar.

"Atas permintaan kepolisian dan kelurahan, polisi tidurnya dihancurkan karena tidak sesuai standar," tulis akun tangerang.terkini dalam postingannya seperti dilihat pada Rabu (29/6/2022).

Deretan polisi tidur ini sebelumnya berada di Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang. Puluhan polisi tidur ini juga sempat viral di media sosial beberapa waktu terakhir.

Baca Juga: Kelompok Pesepeda Bongkar Polisi Tidur yang Terlalu Tinggi di Pulomas Jaktim

Polisi Tidur Dipastikan Sudah Dibongkar

Kapolsek Mauk AKP Yono Taryono memastikan jika deretan polisi tidur tersebut sudah dihancurkan. Pembongkaran dilakukan dengan didampingi pihak kepolisian.

"Pasca mendapatkan laporan speed bump atau polisi tidur yang berada di Desa Banyu Asih, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, personel Polsek Mauk bergerak cepat dengan mendatangi lokasi dan melakukan pembongkaran," kata AKP Yono dalam keterangan tertulisnya.

Awal Mula Pemasangan Polisi Tidur

AKP Yono mengungkap jika polisi tidur ini dipasang oleh sebuah yayasan disekitar lokasi yang mengelola SDIT. Rupanya pembuatan polisi tidur dalam jumlah tidak wajar tersebut memiliki alasan tersendiri.

"Pihak yayasan yang meminta polisi tidur itu dipasang karena sempat ada siswa yang mengalami kecelakaan. Saat memasang tidak ada koordinasi sehingga setelah kami berikan pemahaman, langsung dibongkar," pungkas Yono.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US