Di Kalteng, Bajakah Dilarang Dijual Sebagai Obat Kanker
Instagram/@humam1922
News

Di Kalteng, Bajakah Dilarang Dijual Sebagai Obat Kanker

Dina
Jumat, 23 Agustus 2019 14:51 WIB 23 Agustus 2019, 14:51 WIB

INDOZONE.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kalimantan Tengah di Kota Palangka Raya melarang penjualan Bajakah yang disebut bisa mengobati penyakit kanker. Hal tersebut mengingat bahwa bajakah belum diuji secara klinis dan belum dilakukannya penelitian secara mendalam.

"Menjual Bajakah sebagai obat tradisional boleh saja tetapi yang tidak boleh ketika membelinya klaim dengan berlebihan," ujar Kepala BPOM Kalteng, Trikoranti Mustikawati di Palangka Raya pada Kamis (22/8).

Klaim berlebihan yang dimaksud oleh Trikoranti yaitu seperti "mengobati penyakit kanker". Dengan adanya pelabelan tersebut, warga yang benar-benar memerlukan obat kanker akan tergiur dengan pelabelan tersebut.

"Ini bisa jadi bentuk pembohongan publik. Apakah yang dijual itu betul-betul berisi Bajakah, Bajakah jenis apa atau ada campuran dengan bahan lain sehingga bisa diklaim dapat menyembuhkan kanker," tuturnya.

Trikoranti mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah pada Rabu (21/8) turun langsung ke lokasi penjualan obat tradisional di Kota Palangka Raya.

Pihaknya kemudian menemukan banyak penjual Bajakah yang menjual produk dengan mencantumkan label klaim yang berlebihan. Pihaknya juga menemukan adanya  penjualan obat tradisional yang tidak mencantumkan label izin edar.

    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Dina

    Editor
    TERKAIT DENGAN INI
    ARTIKEL LAINNYA
    LOAD MORE