Pariwisata RI Sepi, Bagaimana Nasib Maskapai Penerbangan Nasional?
Ilustrasi (Unsplash.com/Iwan Shimko).
News

Pariwisata RI Sepi, Bagaimana Nasib Maskapai Penerbangan Nasional?

Akibat virus corona.

Rabu, 26 Februari 2020 21:17 WIB 26 Februari 2020, 21:17 WIB

INDOZONE.ID - Sektor pariwisata Nasional disebut sangat terpukul akibat mewabahnya virus corona (covid-19) di Tiongkok dan sejumlah negara lainnya. Bahkan, sejumlah negara seperti Singapura, Jepang dan Hong Kong, disebut telah melakukan aksi proteksi terhadap warga negaranya, untuk tidak bepergian keluar negeri sementara waktu, agar terhindar dari paparan covid-19. 

Pemerintah RI pun merespon dengan pemberian insentif kepada maskapai penerbangan yang 'kehilangan' pangsa pasar internasional, akibat adanya virus tersebut. 

Pemerintah juga mendorong maskapai domestik untuk sekreatif mungkin dalam menjual produk, dengan sistem bundling dengan layanan hotel dan tempat pariwisata, untuk mendorong wisatawan nusantara melakukan traveling, guna menambal slot yang ditinggalkan wisatawan mancanegara. 

Sementara itu, Asosiasi Maskapai Penerbangan Indonesia atau Indonesian National Aircarrier Association (INACA) mengakui adanya potensi kerugian dari pihak maskapai, seiring dengan terganggunya rute penerbangan internasional. Namun, INACA mengaku belum memiliki angka pasti kerugian maskapai Indonesia akibat berhentinya rute penerbangan internasional, khususnya ke Tiongkok. 

"Sampai saat ini saya belum menerima laporan jumlah kerugian maskapai, masih dihitung. Kita akan lihat outlook-nya pemerintah dulu," ujar Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja, kepada Indozone, Rabu (26/2/2020). 

Berbeda dengan maskapai penerbangan, nilai kerugian yang ditanggung sektor pariwisata akibat wabah virus corona diyakini menembus hingga US$500 juta atau hampir Rp7 triliun per bulan. Angka tersebut diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan.

“Nilai itu berdasarkan data dari Bank Indonesia,” kata Luhut. 

Penyebaran wabah virus corona terus meluas ke sejumlah negara. Akibatnya, sejak 5 Februari 2020, Indonesia menutup penerbangan Indonesia-Tiongkok maupun sebaliknya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ivanrida
Sigit Nugroho
Ivanrida

Ivanrida

Writer
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU