The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ikan Purba yang Lebih Tua dari Dinosaurus Ditemukan Hidup di Madagaskar
Ikan coelacanth itu secara tidak sengaja ditemukan (Wikipedia/(photo: Bruce Henderson)
News

Ikan Purba yang Lebih Tua dari Dinosaurus Ditemukan Hidup di Madagaskar

Berusia 420 juta tahun.

Senin, 17 Mei 2021 15:27 WIB 17 Mei 2021, 15:27 WIB

INDOZONE.ID - Ikan yang diperkirakan hidup sebelum dinosaurus dan telah punah ditemukan hidup-hidup di Samudra Hindia, tepatnya di lepas pantai Madagaskar. 

Ikan bernama coelacanth itu secara tidak sengaja ditemukan kembali oleh sekelompok pemburu hiu Afrika Selatan. Menurut laporan Mongabay News, penemuan kembali sebagian besar dimungkinkan karena nelayan menggunakan jaring insang dalam ekspedisi perburuan hiu mereka.  

Jaring laut dalam berteknologi tinggi mampu mencapai daerah tempat berkumpulnya coelacanth, biasanya sekitar 328-492 kaki di bawah permukaan air.

Baca Juga: Inilah Bunga Tertua di Bumi, Sudah Ada Sejak Zaman Dinosaurus

Coelacanth hidup mendahului dinosaurus tetapi mereka muncul kembali dari kepunahan pada tahun 1938. Sejak itu, ini adalah kali pertama ikan itu ditemukan hidup-hidup. 

Penemuan kembali ikan coelacanth mengejutkan para ilmuwan. Mereka mampu mengidentifikasinya sebagai anggota spesies "Latimeria chalumnae" dengan delapan sirip, tubuh besar, dan pola tertentu pada sisiknya.

Sekarang, ilmuwan kelautan menyerukan penguatan tindakan konservasi untuk melindungi ikan tersebut.

Diyakini, penemuan kembali ikan tersebut dilakukan setelah permintaan minyak dan sirip hiu yang terus meningkat. Permintaan tersebut telah meningkatkan penggunaan jaring insang, yang dapat masuk lebih dalam daripada jaring ikan biasa.

“Ketika kami melihat lebih jauh, kami terkejut (dengan jumlah yang tertangkap)… meskipun belum ada proses proaktif di Madagaskar untuk memantau atau melestarikan coelacanth,” kata Andrew Cooke, penulis utama studi terbaru yang diterbitkan di Afrika Selatan. Jurnal Sains.

Namun, jurnal tersebut mencatat bahwa ikan tersebut mungkin menghadapi ancaman baru untuk bertahan hidup karena meningkatnya perburuan hiu di perairan internasional.

“Jaring jarifa yang digunakan untuk menangkap hiu adalah inovasi yang relatif baru dan lebih mematikan karena ukurannya yang besar dan dapat dipasang di air dalam,” tulis para peneliti.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US