The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Klarifikasi BKN Soal 97 Ribu Data PNS Fiktif yang Terima Gaji dan Uang Pensiun
Pegawai Negeri Sipil (Ilustrasi/ANTARA FOTO/Ahmad)
News

Klarifikasi BKN Soal 97 Ribu Data PNS Fiktif yang Terima Gaji dan Uang Pensiun

Rabu, 26 Mei 2021 09:57 WIB 26 Mei 2021, 09:57 WIB

INDOZONE.ID - Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengklarifikasi informasi 97 ribu data fiktif PNS dan atau ASN yang ditemukan pada tahun 2014. 97 ribu PNS/ASN fiktif tersebut tetap menerima gaji dan dana pensiun.

Deputi Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen mengatakan sebenarnya 97 ribu data PNS itu merupakan data PNS yang tidak mengikuti pendataan ulang PNS (PUPNS).

"Data yang disampaikan Pak Kepala sebanyak 97.000 itu adalah data yang tidak mengikuti PUPNS tahun 2014," kata Suharmen dalam keterangannya, dikutip Rabu (26/5/2021).

Suharmen menegaskan data itu bukanlah data fiktif, melainkan data PNS yang belum melakukan verifikasi ulang.

"Mereka-mereka ini belum melakukan verifikasi ulang atas status dan kedudukannya," ujarnya.

Karena itulah, mereka tetap menerima gaji dan dana pensiun karena tetap masuk kategori PNS.

"Karena mereka masih berstatus PNS tentunya mereka masih terima gaji, ini yang disampaikan Pak Kepala, bagaimana mungkin statusnya tidak jelas karena tidak PUPNS dan dimasukan ke database tidak aktif tapi masih diberikan gaji," jelasnya.

Oleh karena itu, BKN terus mengimbau PNS memutakhirkan data, apalagi sekarang bisa dilakukan secara elektronik. Suharmen menambahkan kini jumlah PNS yang belum memutakhirkan data adalah sekitar 7 ribuan.

"Jumlah ini sekarang posisinya tidak lagi 97.000-an tetapi tinggal 7 ribuan. Diharapkan melalui Pemutakhiran Data Mandiri, jumlah yang sisa 7.000-an akan bisa diselesaikan," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengungkap 97 ribu data PNS/ASN yang misterius, namun tetap mendapatkan gaji dan uang pensiun.

"Proses yang mahal dan lama itu tidak menghasilkan data yang sempurna, masih banyak yang perlu dimutakhirkan, dilengkapi, bahkan masih banyak juga data-data yang palsu," kata Bima, Senin (24/5/2021).

"Ternyata hampir 100.000, tepatnya 97.000 data itu misterius. Dibayarkan gajinya, membayar iuran pensiun, tapi tidak ada orangnya," kata Bima.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US