The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bongkar Kasus Pengadaan Data Storage Fiktif, Polda Metro Sita Rp8,9 Miliar
Konferensi pers kasus korupsi pengadaan daya storage fiktif di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah).
News

Bongkar Kasus Pengadaan Data Storage Fiktif, Polda Metro Sita Rp8,9 Miliar

Dari laporan polisi.

Jumat, 26 November 2021 16:48 WIB 26 November 2021, 16:48 WIB

INDOZONE.ID - Jajaran Subdit V Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya membongkar kasus korupsi pengadaan data storage atau penyimpanan data komputer fiktif di anak perusahaan BUMN, PT Peruri Digital Security (PDS). Dalam kasus ini, Polda Metro Jaya berhasil menyita uang senilai Rp8,9 miliar lebih.

"Kasus ini didasari laporan polisi yang diterima Polda Metro Jaya pada 29 Juni 2021, kemudian ada terlapor PT PDS, kemudian dalam tindak pidana, ini bisa dikatakan ini adalah tindak pidana fiktif karena kegiatan tidak ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol E Zulpan dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (26/11/2021).

PT PDS diketahui merupakan anak perusahaan BUMN Perusahaan Umum Percetakan Uang Indonesia (Peruri). Zulpan menyebut saat itu perusahaan sedang melakukan pengadaan penyediaan data storage, network perfomance monitoring, diagnostic system, dan manage service senilai Rp 13.175.586.047.

Dana itu berasal dari kas operasional PT PDS. Dokumen-dokumen terkait pengadaan data ini sudah lengkap, namun pengadaan data storage tidak terealisasi.

"Barang hasil pekerjaan enggak pernah diserah terimakan atau fiktif, tetapi dilakukan pembayaran. Ini berdampak pada kerugian," kata Zulpan.

Singkat cerita, Polda Metro Jaya menyelidiki kasus ini dan menemukan fakta pembayaran yang dilakukan sudah senilai Rp10,2 miliar. Polisi telah menyita uang senilai Rp8,9 miliar.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis menyebut, sebanyak 40 orang telah diperiksa penyidik Polda Metro Jaya. Namun hingga saat ini belum ada satu pun yang ditetapkan sebagai tersangka.

"Kita sudah periksa 40 orang saksi untuk saat ini, hampir kita menjurus ke tersangka. Kami disini belum berani sebut siapa tersangkanya, tapi dalam waktu dekat kita sampaikan," kata Aulia.

Artikel Menarik Lainnya :

TAG
Gema Trisna Yudha
Samsudhuha Wildansyah
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US