The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Simak! Ini Tips Hindari Pembobolan Rekening Bank
Konferensi pers kasus penipuan dengan korban Home Credit di Mapolda Metro Jaya, Jakarta (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah).
News

Simak! Ini Tips Hindari Pembobolan Rekening Bank

Apa saja?

Rabu, 13 Oktober 2021 18:57 WIB 13 Oktober 2021, 18:57 WIB

INDOZONE.ID - Polda Metro Jaya memberikan tips-tips agar masyarakat terhindar dari aksi pembobolan rekening dengan dalih penawaran program Jenius dari Bank BTPN. Polisi meminta masyarakat untuk berhati-hati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut jika masyarakat mendapat penawaran mengatasnamakan bank melalui telepon hingga meminta memasukan data pribadi, Yusri meminta agar masyarakat tersebut menghiraukannya.

"Apabila ada modus serupa menggunakan HP, mengaku petugas Jenius dari bank yang ada, tolong jangan percaya," kata Kombes Yusri dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Yusri meminta masyarakat untuk mendatangi bank terkait untuk memastikan penawaran tersebut. Hal ini tentunya dilakukan untuk menghindari pembobolan rekening.

"Pelajaran untuk masyarakat, lebih baik cek langsung dari pada terima telepon dan menyampaikan data diri," beber Yusri.

Dalam kesempatan yang sama, Direksi Bank BTPN, Wibowo menegaskan pihaknya tidak pernah meminta data pribadi nasabah apalagi meminta kode OTP.

"Sekali lagi, BTPN atau Jenius tidak pernah karyawannya menghubungi, meminta data pribadi apalagi OTP karena kami tidak pernah melakukan itu karena itu data pribadi customer. Terkait informasi rahasia tersebut lebih baik disimpan sendiri dan tidak disebar luaskan," kata Wibowo.

Seperti diketahui, Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua dari empat pelaku ilegal akses terhadap 14 nasabah Bank BTPN. Para tersangka ternyata ada yang berprofesi sebagai petani bahkan kuli bangunan.

Sindikat ini beraksi dengan cara menawarkan progran Jenius ke belasan nasabah bank tersebut dengan mengaku sebagai pegawai Jenius. Singkat cerita, setelah berhasil mendapat data korban, sindikat ini menguras habis uang di rekening milik para korbanya.

Atas aksinya, sindikat ini berhasil meraup keuntungan hingga Rp 2 miliar. Polisi sendiri sudah menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka termasuk satu pucuk senjata api.Simak! Ini Tips Hindari Pembobolan Rekening Bank BTPN

Polda Metro Jaya memberikan tips-tips agar masyarakat terhindar dari aksi pembobolan rekening dengan dalih penawaran program Jenius dari Bank BTPN. Polisi meminta masyarakat untuk berhati-hati.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut jika masyarakat mendapat penawaran mengatasnamakan bank melalui telepon hingga meminta memasukan data pribadi, Yusri meminta agar masyarakat tersebut menghiraukannya.

"Apabila ada modus serupa menggunakan hp, mengaku petugas Jenius dari bank yang ada, tolong jangan percaya," kata Kombes Yusri dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Yusri meminta masyarakat untuk mendatangi bank terkait untuk memastikan penawaran tersebut. Hal ini tentunya dilakukan untuk menghindari pembobolan rekening.

"Pelajaran untuk masyarakat, lebih baik cek langsung dari pada terima telepon dan menyampaikan data diri," beber Yusri.

Dalam kesempatan yang sama, Direksi Bank BTPN, Wibowo menegaskan pihaknya tidak pernah meminta data pribadi nasabah apalagi meminta kode OTP.

"Sekali lagi, BTPN atau Jenius tidak pernah karyawannya menghubungi, meminta data pribadi apalagi OTP karena kami tidak pernah melakukan itu karena itu data pribadi customer. Terkait informasi rahasia tersebut lebih baik disimpan sendiri dan tidak disebar luaskan," kata Wibowo.

Seperti diketahui, Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua dari empat pelaku ilegal akses terhadap 14 nasabah Bank BTPN. Para tersangka ternyata ada yang berprofesi sebagai petani bahkan kuli bangunan.

Sindikat ini beraksi dengan cara menawarkan program Jenius ke belasan nasabah bank tersebut dengan mengaku sebagai pegawai Jenius. Singkat cerita, setelah berhasil mendapat data korban, sindikat ini menguras habis uang di rekening milik para korbanya.

Atas aksinya, sindikat ini berhasil meraup keuntungan hingga Rp 2 miliar. Polisi sendiri sudah menyita sejumlah barang bukti dari tangan tersangka termasuk satu pucuk senjata api.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US