The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Pilar Kereta Cepat Ambruk dan Timpa Ekskavator, KCIC Tegaskan Pentingnya Keselamatan
Detik-detik video pilar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ambruk dan menimpa salah satu eskavator di bawahnya. (photo/Instagram/@memomedsos)
News

Viral Pilar Kereta Cepat Ambruk dan Timpa Ekskavator, KCIC Tegaskan Pentingnya Keselamatan

Kamis, 09 Desember 2021 22:35 WIB 09 Desember 2021, 22:35 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini viral video di sosial media disaat pilar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ambruk dan menimpa salah satu eskavator di bawahnya.

Pada video tersebut, tampak beberapa unit eskavator tengah berusaha merobohkan pilar raksasa itu. Bagian dasar pilar sudah dihancurkan untuk memudahkan proses pembongkaran.

Eskavator pada video tampak sudah berada di posisinya untuk menahan dan memastikan pilar roboh di lokasi yang aman. Namun, tiba-tiba pilar justru ambruk dengan arah yang tidak sesuai dengan rencana.

Terkait hal tersebut, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menegaskan pentingnya kualitas dan keselamatan kerja pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Presiden Direktur PT KCIC, Dwiyana Slamet Riyadi dalam pernyataan di Jakarta, Kamis (9/12), memastikan pengerjaan proyek infrastruktur tersebut tidak menoleransi adanya kesalahan dalam pengerjaan.

"PT KCIC tidak mentolerir adanya kesalahan konstruksi yang melebihi dari toleransi yang dipersyaratkan," katanya dikutip dari ANTARA.

Dwiyana menanggapi adanya kesalahan dalam pekerjaan tiang pancang karena adanya pergeseran alignment pekerjaan pier (pilar) di DK46 yang ditemukan Tim Quality PT KCIC dan Konsultan Supervisi CDJO.

Untuk itu, ia menginstruksikan kontraktor melakukan rework dan membongkarnya untuk dibangun kembali sesuai spesifikasi teknis yang sudah ditetapkan. SOP Engineering terkait dengan pembongkaran pier untuk rework sudah ditetapkan termasuk aspek keselamatan konstruksinya.

Namun, berdasarkan hasil investigasi yang sudah dilakukan oleh KCIC didapatkan bahwa kontraktor melanggar SOP tersebut.

Pelanggaran pada pengerjaan rework pembongkaran pier tersebut membuat satu pilar ambruk menimpa ekskavator. Kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa, karena operator yang menjalankan ekskavator berhasil menyelamatkan diri sesaat sebelum reruntuhan menimpa.

Baca juga: Sah Dilantik Jadi ASN, Novel Baswedan Dkk Siap Bertugas di Bidang Pencegahan Korupsi Polri

Ia memastikan KCIC sudah memanggil kontraktor, melakukan investigasi serta memberikan teguran langsung atas insiden tersebut agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Kami langsung memanggil kontraktor dan memberikan teguran agar semua pekerjaan dilakukan dengan SOP yang sudah ditetapkan oleh Tim Engineering dan SSHE sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi," katanya.

Selain itu, Tim Konstruksi dan SSHE PT KCIC sedang melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut dan berkoordinasi dengan semua pihak yang bekerja pada proyek KCJB agar lebih memperhatikan SOP terkait konstruksi.

Hasil dari investigasi tersebut akan langsung dilaporkan kepada tim KKJTJ (Komisi Keamanan Jembatan, dan Terowongan Jalan) dan K2K (Komite Keselamatan Konstruksi) Kementerian PUPR.

"Kejadian ini menjadi perhatian serius bagi kami. Investigasi mendalam langsung dilakukan dan tinggal menunggu hasilnya. Kami juga langsung berkoordinasi dengan semua pihak yang terkait dengan proyek untuk lebih memperhatikan keselamatan kerja dan melaksanakan SOP sebaik mungkin," katanya.

Selain itu, sertifikasi desain dan fungsional pier kereta cepat juga dilakukan oleh Tim KKJTJ Kementerian PUPR, termasuk didalamnya tunnel dan jembatan, untuk memastikan kelayakan desain dan fungsi sesuai standar yang berlaku. Usia teknis kontruksi KCJB didesain untuk umur konstruksi 100 tahun.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US