The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Pertimbangan Luhut Batalkan PPKM Level 3, Terkait Angka Vaksinasi Hingga Herd Immunity
Menko Manivest Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA FOTO/Fransisco Carolio)
News

3 Pertimbangan Luhut Batalkan PPKM Level 3, Terkait Angka Vaksinasi Hingga Herd Immunity

Selasa, 07 Desember 2021 12:51 WIB 07 Desember 2021, 12:51 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan membatalkan rencana penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 saat  periode Natal dan tahun baru untuk seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya, pemerintah berencana menerapkan PPKM level 3 mulai dari 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.

"Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 pada periode Natal dan tahun baru terhadap semua wilayah," demikian kata Luhut dalam keterangannya, Selasa (7/12/2021).

Luhut mengatakan bahwa pemerintah akan membuat kebijakan yang lebih seimbang dengan tidak menyamaratakan perlakuan di semua wilayah menjelang perayaan Natal dan tahun baru.

Tentunya ada beberapa pertimbangan pemerintah memutuskan untuk membatalkan rencana penerapan PPKM level 3. Luhut bilang, keputusan tersebut berdasarkan penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia yang cenderung menunjukkan hasil yang baik.

1. Kasus Covid-19 stabil 

pertimbangan pembatalan ppkm level 3
Petugas medis mengambil sampel lendir warga saat melakukan Tes Swab Antigen untuk Peserta Seleksi CPNS di Serang, Banten, Sabtu (27/11) (ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman)

Luhut mengatakan kasus Covid-19 di Tanah Air yang cenderung stabil beberapa bulan belakangan ini menjadi salah satu pertimbangan pihaknya membatalkan rencana PPKM level 3 saat Nataru dan tahun baru.

Dia mengungkapkan kasus baru Covid-19 harian cenderung melandai dan stabil di bawah angka 400 kasus dalam beberapa bulan belakangan ini. Selain itu, jumlah kasus aktif dan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit juga terus menurun.

Dilansir laman resmi Kementerian Kesehatan RI, ada sebanyak 130 kasus baru Covid-19 yang dilaporkan pada Senin (6/12/2021). Sementara itu, pasien Covid-19 yang sembuh bertambah sebanyak 2.005 orang.

Kasus kematian akibat Covid-19 bertambah sembilan orang dan total kasus aktif saat ini sebanyak 5.642 orang.

2. Angka vaksinasi terus meningkat

pertimbangan pembatalan ppkm level 3
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin COVID-19 ke seorang mahasiswa di Puskesmas Bende, Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (24/11) (ANTARA FOTO/Jojon)

Luhut mengungkapkan pertimbangan memutuskan membatalkan rencana penerapan PPKM level saat Nataru dan tahun baru berdasarkan pada pencapaian vaksinasi di Jawa-Bali.

Dia menyebut capaian vaksinasi dosis pertama di Jawa-Bali saat ini sudah mencapai 76 persen dan dosis kedua sudah mulai mendekati 56 persen.

Sementara itu, vaksinasi terhadap lansia di Jawa-Bali juga sudah mencapai 64 persen untuk dosis pertama dan 42 persen dosis lengkap.

Seperti yang dilaporkan Kementerian Kesehatan RI hingga Senin (6/12/2021), angka vaksinasi dosis pertama secara nasional telah mencapai 68.55 persen. Sementara vaksinasi dosis lengkap 47.67 persen.

3. Herd Immunity?

pertimbangan pembatalan ppkm level 3
Warga berjalan menuju halte bus TransJakarta di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (15/11) (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Luhut mengatakan pertimbangan lainnya memutuskan membatalkan PPKM level 3 saat Nataru dan tahun baru karena angka imunitas masyarakat Indonesia terhadap Covid-19 relatif tinggi.

Hal itu diungkapkan Luhut berdasarkan hasil sero-survei yang telah dilakukan dalam beberapa bulan belakangan ini.

"Hasil sero-survei juga menunjukkan masyarakat Indonesia sudah memiliki antibodi Covid-19 yang tinggi," ujar Luhut.

Diketahui, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan penelitian sero-survei itu telah dilakukan sejak awal November 2021. Penelitian dilakukan di 1.000 desa dan wilayah aglomerasi di seluruh Tanah Air.

Penelitian tersebut dijalankan oleh kementerian terkait serta didukung oleh peneliti dari sejumlah perguruan tinggi.

"Program dijalankan oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, serta didukung peneliti-peneliti perguruan tinggi," ujar Wiku beberapa waktu lalu. 


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Nanda
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Nanda

Nanda

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US