The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

PPKM Level 3 saat Nataru Batal, Anggota DPR: Publik Jadi Bingung Maunya Pemerintah
Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati. (ANTARA/HO-Humas Fraksi PKS/am)
News

PPKM Level 3 saat Nataru Batal, Anggota DPR: Publik Jadi Bingung Maunya Pemerintah

Pemerintah labil.

Rabu, 08 Desember 2021 11:51 WIB 08 Desember 2021, 11:51 WIB

INDOZONE.ID - Pemerintah tidak akan menerapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh Indonesia saat Natal dan Tahun Baru 2022. Hal ini pun mendapatkan kritikan dari Anggota Komisi IX DPR Kurniasih Mufidayati.

Mufida mempertanyakan mengapa kebijakan pemerintah selalu berubah-ubah. Berulang kali dirinya menyampaikan agar Pemerintah tidak buru-buru keluarkan kebijakan tanpa science based.

"Ini kan berubah lagi, padahal jauh-jauh hari sudah disosialisasikan ada pembatasan akhir tahun. Publik juga sudah bersiap dengan pembatasan ini karena sudah paham jauh-jauh hari. Bahkan sudah turun kebijakan larangan libur sekolah dan perkantoran pada masa Nataru. Dengan pembatalan ini kita jadi bertanya, aturannya seperti apa? apakah semua mobilitas boleh tanpa pembatasan sama sekali? Atau mau disesuaikan dengan kondisi tiap daerah? Atau kebijakan lainnya?” ujar Mufida kepada Indozone, Rabu (8/12/2021).

Ia pernah mengingatkan setiap kebijakan terkait penanganan pandemi wajib berbasis sains dengan melibatkan pakar kesehatan masyarakat, epidemiolog dan para ahli. Batalnya rencana pembatasan saat libur Nataru ini dengan dalih capaian peningkatan test dan juga cakupan vaksinasi sudah bagus.

Baca juga: Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru Dinilai Sudah Tepat

Saat mengeluarkan kebijakan PPKM Level 3 untuk liburan Nataru, pemerintah mengatakan bahwa kebijakan sudah sesuai data dan dalam rangka sikap kehati-hatian terhadap potensi kenaikan angka positif Covid. Apalagi saat ini sedang ada kewaspadaan tingkat tinggi antisipasi masuknya varian baru.

"Belum ada statement kita mengalami fase kekebalan kelompok dengan indikator 70 persen dosis lengkap. Ini kita baru 76 persen dosis satu dan baru 56 persen dosis dua. Masih jauh dari angka untuk menjadi pijakan melonggarkan beberapa hal," urainya.

Mufida juga mengingatkan selama belum terbebas dari pandemi, strategi yang terbukti efektif dalam perang melawan Covid-19 adalah sangat penting terus diingatkan protokol kesehatan, peningkatan serius pelaksanaan 3T, optimalisasi dan percepatan capaian vaksinasi dan lakukan pembatasan berbasis data lokal, guna mengantisipasi penyebaran.

"Ini di tengah varian baru yang daya tahan vaksinasi juga masih simpang siur justru dilakukan perubahan. Jangan sampai publik menangkap perubahan aturan ini sebagai pembebasan untuk melakukan aktivitas tanpa prokes pada libur panjang sekolah, natal dan akhir tahun ini," ungkap Politisi PKS ini.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Gema Trisna Yudha
Fitri
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US