The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Dokter IGD Ini Blak-blakan Tumbang Terpapar Covid-19, Cerita Suntuknya Ruang Isolasi RS
Dokter Arief Fadhillah akhirnya tumbang terinveksi corona. (Istimewa)
News

Dokter IGD Ini Blak-blakan Tumbang Terpapar Covid-19, Cerita Suntuknya Ruang Isolasi RS

Rabu, 19 Agustus 2020 11:24 WIB 19 Agustus 2020, 11:24 WIB

INDOZONE.ID - Satu lagi petugas medis yang tengah berjuang di garda terdepan Covid-19 dokter Arief Fadhillah dinyatakan terinveksi corona.

Selama ini dokter Arief bertugas di Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit Malahayati, kini dia pun tengah berjuang untuk sembuh di ruang isolasi RSUP Adam Malik.

Beliau pun menceritakan bagaimana dia sudah melindungi diri namun tetap saja terinveksi corona.

Begitu juga, walapun dia seorang dokter yang berusaha melindungi diri menggunakan alat pelindung diri (APD) namun dia tidak bisa menyingkirkan virus yang cukup mematikan itu.

"Sepandai-pandainnya tupai melompat, akhirnya harus jatuh ke tanah juga. Selihai-lihainya aku melindungi diri, akhirnya kena corona juga," tulis dokter Arief dalam akun media sosialnya baru-baru ini.

Dia pun menceritakan awal mula kenapa bisa terinveksi Covid-19. Padahal sebelumnya dia selalu check-up rutin dinyatakan negatif Covid, dia pun mengungkapkan syukur.

Dokter Arief Fadhillah
Dokter Arief Fadhillah

"Bermula kisah, setelah membuat status FB tgl. 27 Juli 2020 yg mengungkapkan syukur karena masih negatif covid walau kerja di UGD dgn APD seadanya, maka besok harinya aku Demam, batuk-batuk kecil dan nyeri otot. Nafas terasa sedikit sesak. Indra Penciuman dan pengecapan menghilang," katanya.

Ruang Isolasi di RSUP Adam Malik
Ruang Isolasi di RSUP Adam Malik

Pada 1 Agustus Arief memeriksakan dirinya dengan rapid Ab test, dan hasilnya non-reaktif.

Namun pada 4 Agustus dia benar-benar tumbang dan menyerah dari aktifitas apapun dan memutuskan untuk di Rapid Ag Test dan hasilnya masih non reaktif.

Namun hasil foto thoraks menunjukkan gambaran Pneumonia bilateral.

Oleh dokter spesialis paru, Arief diberi obat Azytromisin 500, Isoprinosin 500, Zynk 20, Acetylcystein 600, dan beberapa obat lainnya sambil menunggu untuk test PCR.

Pada 5 Agustus, demam tiba-tiba menghilang, sesak nafas hilang, batuk tinggal sedikit-sedikit, nyeri otot jauh berkurang, indera pengecap mulai berfungsi walau penciuman belum lagi.

"Aku menjalani test PCR tgl. 6 dan tgl. 7 Agustus, disaat semua gejala nyaris menghilang. Hasilnya keluar di tgl. 10 dan dinyatakan POSITIF COVID19," kata Arief.

Arief sekarang menjalani perawatan di ruang isolasi yang digambarkannya baru nan mewah di RSUP Adam Malik sejak 13 Agustus sore.

Dan sekarang sudah masuk hari ke-5 dengan kondisi sehat tanpa satupun gejala sambil menunggu hasil PCR negatif yang sampai hari ini belum keluar juga.

Katanya walaupun ruang isolasinya mewah dan baru, pikirannya benar-benar suntuk karena tidak boleh keluar dari ruang 3x3 meter.

"Sepertinya sekarang aku maklum kenapa ada pasien yang bunuh diri di ruang isolasi," ucapnya.

Dia menjelaskaan kamarnya terletak dekat ruang transit jenazah dan dikelilingi kaca tembus pandang. Setiap ada pasien Covid yang meninggal, dia bisa melihatnya dan bisa ikut mensholatkannya.

"Kamar-kamar isolasi di sekitarku, sebagiannya diisi oleh beberapa dokter. Ada dokter umum, Spesialis THT, Spesialis anak dan alhamdulillah mereka masih kuat bertahan," sebutnya.

Sementara itu katanya perawat-perawat di ruang Isolasi, baginya, adalah pahlawan yg sesungguhnya.

Mereka terjun langsung ke kamar pasien infeksius untuk memberi pelayanan dengan dibalut oleh APD yang menyesakkan.

"Semoga Tuhan membalas kebajikan mereka dengan kesehatan dan keberkahan hidup," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US