The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Inggris Tetapkan Kebijakan 'Lockdown', Wales dan Manchester Menuju Pembatasan lebih Ketat
Seorang warga berjalan melewati tanda pembatasan sosial di Manchester, Britain, Selasa (4/8/2020). (Photo/REUTERS/Molly Darlington)
News

Inggris Tetapkan Kebijakan 'Lockdown', Wales dan Manchester Menuju Pembatasan lebih Ketat

Selasa, 20 Oktober 2020 00:36 WIB 20 Oktober 2020, 00:36 WIB

INDOZONE.ID - Sekitar enam juta orang di Inggris Raya menghadapi lockdown dalam beberapa hari ke depan saat kota terbesar ketiga di Inggris, Wales dan Manchester mempertimbangkan pembatasan tambahan karena COVID-19 menyebar semakin cepat.

Di sisi lain, berdasarkan data pemerintah yang dikeluarkan pada Minggu (18/10/2020), Inggris Raya mencatat 16.982 kasus COVID-19 baru harian dalam waktu 24 jam. Jumlah tersebut naik dari 16.717 pada hari sebelumnya.

Setelah melalui banyaknya perdebatan dari publik, Walikota Manchester Andy Burnham, yang menuduh Perdana Menteri Boris Johnson berupaya untuk mengorbankan Inggris utara untuk menyelamatkan pekerjaan di selatan, Menteri Perumahan Robert Jenrick mengatakan lockdown atau karantina wilayah dapat diberlakukan dalam beberapa hari ke depan.

"Kita perlu menyelesaikan ini," kata Jenrick selaku pimpinan lokal.

Selain itu, Jenrick juga mengatakan bahwa sudah ada dasar kesepakatan dengan mereka. Sementara Johnson mengancam akan menempatkan daerah tersebut ke dalam "Tingkat 3", yaitu level pembatasan tertinggi, yang bertentangan dengan keinginan para pemimpin daerah jika kesepakatan tidak memungkinkan.

Di sisi lain, Status Tingkat 3 akan memaksa pub-pub dan bar untuk tutup, juga melarang anggota rumah tangga yang berbeda untuk berkumpul di dalam ruangan. Jenrick berharap kesepakatan dapat dicapai dengan para pemimpin Manchester pada Senin (19/10/2020).

Sejumlah surat kabar melaporkan bahwa puluhan juta poundsterling ditawarkan untuk membantu pelaku bisnis dalam menghadapi langkah-langkah lockdown.

"Penundaan hanya akan memperburuk situasi, hanya akan membahayakan nyawa orang, dan hanya akan membuat kejatuhan ekonomi kota lebih buruk dalam jangka panjang," kata Jenrick kepada BBC TV.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US