The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sebelum Positif Corona, Adik Via Vallen Sesak Napas dan Sakit Paru-paru, Ini Kronologinya
Via Vallen bersama keluarganya saat momen Lebaran. (Instagram/Via Vallen)
News

Sebelum Positif Corona, Adik Via Vallen Sesak Napas dan Sakit Paru-paru, Ini Kronologinya

Senin, 25 Mei 2020 09:15 WIB 25 Mei 2020, 09:15 WIB

INDOZONE.ID - Adik pedangdut koplo Via Vallen dikabarkan positif terjangkit virus corona (COVID-19). Kabar tersebut disampaikan sendiri oleh Via melalui akun Instagram-nya pada Minggu malam (24/5/2020).

Penyanyi bernama asli Vya Maulidia Oktavia itu tidak menyebut adiknya yang mana yang dinyatakan positif corona. Via sendiri memiliki empat saudara, dua perempuan dan dua laki-laki. Adiknya yang bungsu bernama Muhammad Alvin Saputra atau kerap disapanya Apin. 

Dari mimisan yang dialami Apin akibat terbentur ke lantai, Via kemudian mengajak seluruh keluarganya menjalani rapid test. Apin sendiri baru dikhitan (disunat) tahun lalu.

"Ini hasil foto paru2 adekku yg pneumonia. Berawal dr apin yg kepalanya kebentur lantai terus mimisan jd aku bawa ke lab. Aku jg ngajak semua keluarga yg belum pernah check up buat di check semua," tulis Via.

"Nah hasil paru salah satu adekku ada #pneumonia ,orang tua kuatir krn takut corona ( fyi aktifitas adekku hampir setiap hari ke surabaya anter jemput pacarnya kerja di Mall). Akhirnya aku tanya ke beberapa spesialis paru dan semuanya bilang gpp ( itu gara2 rokok bla bla bla). Adekku ini memang pernah sesek nafas jauhh sebelum adanya #corona. Tp krn salah satu gejala corona adalah pneumonia, dirumah jg ada orang tua yg sakit. Jadi untuk memastikan semuanya beneran baik2 ajaa, aku bawa dia rapid ke rs rujukan #covid19 dan hasilnya NON REAKTIVE," lanjut Ratu Koplo itu.

Pada hasil rapid test, adiknya yang sering pergi-pulang ke Surabaya itu dinyatakan non-reaktif alias negatif. Namun Via merasa belum yakin dengan hasil tersebut dan ingin adiknya menjalani tes Swab. Para petugas medis sempat menyarankan kepadanya untuk tidak perlu melakukan tes Swab mengingat biayanya cukup mahal.

"Aku tanya ada lg tes buat mastiin corona ga? Kata beberapa suster disana ada swab, tp ini ga perlu krn rapidnya sudah akurat. Eman (sayang) uangnya mbakk, swab mahal lohh dan hasilnya lama. Krn aku pengen memastikan 100 persen dia baik2 aja, ya aku maksa aja dia swab dgn ngejanjiin klo hasilnya negatif aku kasih uang jajan krn sebenenya dia ga mau di swab. Akhirnya dia mau...Setelah menunggu 10 harii, ternyata hasilnya POSITIF Dan dr dinkes ada yg lapor ke RT buat bantu ngawasin adekku ( diluar sepengetahuan keluarga krn aq blm tau kalo adekku positif )" tulis Via lagi.

Begitu dinyatakan positif, adiknya sempat marah kepada Via karena dirinya merasa baik-baik saja dan sehat. Ia kesal karena Via memaksanya menjalani tes Swab. Walau begitu, adiknya sudah menjalani karantina selama 14 hari.

"Ga tau gmn ceritanya, tiba2 beritanya menyebar dan keluarga yg tinggal di rumah lamaku itu setiap kali ada yg lewat depan rumah pasti ada aja yg lewat sambil nyindir2. Krn adekku msh bolak balik rumah lama ke baruu, akhirnya ada yg lapor ke puskesmas dan akhirnya jadi rame nyamperin ke rumah, ada mobil puskesmas, satpol pp dan mobil polisinya jg. Akhirnya aku keluar buat ngadepin mereka dan memastikan kalo adekku ga akan keluar2 rumah lagi. Nah masalahnya, adekku ga percaya kalo terpapar, krn dia merasa sehat wal afiat dan seger bugar ( OTG lah bahasa medisnya )
Teruss aku di salah2in gara2 maksain dia swab, karena waktu itu dia denger sendiri beberapa suster dan orang di RS tersebut udh bilang GAK PERLU SWAB! Krn aku janjiin uang akhirnya dia mau di swab. Udh 2 minggu lebih adekku di isolasi mandiri dirumah, sekeluarga jg di TCM 2x dan udh selesai karantina selama 14 hari."

"Nah kesimpulannya, adekku yg jelas2 tidak dianjurkan swab krn hasil rapid tesnya NON REACTIVE, tapi krn paksaanku untuk swab demi keamanan orang tuaku dan hasilnya ternyata POSITIF GIMANA KALO SEANDAINYA WAKTU ITU AKU MANUT AJA SAMA PETUGAS DI RS BUAT TIDAK MELAKUKAN SWAB??? Adekku bakal msh bebas kelayapan dan antar jemput pacarnya di mall dan bebas aktifitas dirumah dan beresiko besar menularkan."

Instagram
Via Vallen dan keluarganya. (Foto: Instagram/Via Vallen)

Pada akhirnya tulisannya, Via hendak menyampaikan bahwa kemungkinan besar jumlah orang positif corona di lapangan sebenarnya lebih banyak dari data yang disampaikan pemerintah.

"Nah yg jd pikiran, sekeluargaku cm di #TCM 2x dan hasilnya negatif, apakah kalo di swab bakalan positif??? Lah wong adekku yg swabnya positif aja pas di RAPID yg jumlah darah di ambil lebih banyak dr TCM aja hasilnya bisa NON REAKTIVE. Brarti sebenernya jumlah orang terpapar coronanya lebih besar dr jumlah yg di data yaa, karena kebanyakan ketika TCM dan rapid yg hasilnya non reactive sudah dirasa cukup, padahal jika di swab bisa saja hasilnya POSITIF," tutup Via.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US