The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kasus Temuan 5 Jasad ABK di Freezer Dihentikan, Polisi: Tidak Ada Unsur Pidana
Polisi melakukan Operasi Yustisi Laut di KM Starindo Jaya Maju V. (Humas Polda Metro Jaya)
News

Kasus Temuan 5 Jasad ABK di Freezer Dihentikan, Polisi: Tidak Ada Unsur Pidana

Karena miras oplosan.

Sabtu, 19 September 2020 10:33 WIB 19 September 2020, 10:33 WIB

INDOZONE.ID - Kasus penemuan lima jasad anak buah kapal (ABK) dalam freezer di kapal ikan di perairan Pulau Seribu memasuki babak baru. Pihak kepolisian menghentikan penyelidikan kasus itu karena dinilai tidak ada unsur pidana dalam kasus tersebut.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Kepulauan Seribu, AKBP Morry Edmond. Morry mengatakan setelah dilakukan penyelidikan mendalam dan memeriksa para ABK kapal hingga visum maupun otopsi jasad korban, didapati fakta para korban murni meninggal karena miras oplosan.

"Setelah kita visum tidak ada tanda-tanda kekerasan dan meninggal karena miras oplosan," kata AKBP Morry saat dihubungi Indozone, Sabtu (19/9/2020).

Polisi awalnya curiga jika kelima ABK itu tewas karena virus corona. Namun hasil visum tidak menunjukkan fakta itu.

"Ada kekhawatiran kami juga saat pertama temukan mayat ini. Kami khawatir korban meninggal karena Covid-19 tapi setelah visum meninggal karena miras oplosan," ungkap Morry.

Dengan hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi hingga hasil otopsi dan visum terhadap kelima jenazah ABK itu, Morry menegaskan tidak ditemukan unsur pidana dalam kasus itu. Pihaknya pun juga sudah menghentikan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

"Ya, kasusnya berhenti karena tidak ditemukan unsur pidana," kata Morry.

Seperti diketahui Polres Kepulauan Seribu menemukan lima jasad ABK di dalam freezer di sebuah kapal ikan bernama KM Starindo Jaya Maju VI. Jasad itu ditemukan saat polisi sedang melakukan Operasi Yustisi di laut.

Nahkoda kapal sendiri yang memberi tahu kepada polisi jika kelima ABK-nya meninggal dan disimpan di dalam freezer kapal. Usut demi usut kelima ABK itu tewas usai menenggak miras oplosan yaitu minuman Kuku Bima dicampur dengan alkohol 70%.

Nahkoda bersama ABK lain memutuskan memasukkan kelima jasad ABK itu ke dalam freezer mengingat perjalanan kapal masih jauh hingga sampai ke daratan. Jasad lima ABK itu sudah berada selama dua pekan di dalam freezer kapal.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani
Samsudhuha Wildansyah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US