The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Sosok Rio Tersangka Pembunuh Linda Mahasiswi S2 Unram, Akibat Hamil di Luar Nikah
RPN alias Rio merupakan sang pacar tersangka pembunuhan Linda. (Instagram/Instalombok)
News

Ini Sosok Rio Tersangka Pembunuh Linda Mahasiswi S2 Unram, Akibat Hamil di Luar Nikah

Jumat, 14 Agustus 2020 15:34 WIB 14 Agustus 2020, 15:34 WIB

INDOZONE.ID - Pelaku pembunuhan Linda Novitasari (23) mahasiswi Pascasarjana Fakultas Hukum Unram ditangkap pihak kepolisian.

Tersangka pembunuhan tak lain adalah pacarnya sendiri RPN alias Rio (22).

Dia diduga kuat sebagai orang yang bertanggung jawab menghilangkan nyawa Linda yang tak lain sebagai pacarnya sendiri di rumah perwira polisi, kediaman orangtuanya di di Perumahan Royal Mataram, Kawasan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Rio dan korban sempat bertengkar saat diminta pertanggungjawaban terkait kehamilan korban di luar nikah.

“Pelaku mencekik korban sampai lemas. Dia kelabakan setelah kekasihnya terkulai tak bernafas lalu keluar membeli tali,” kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto dalam konfrensi pers di Polresta Mataram, Jumat (14/8/2020).

Didampingi Kapolresta Mataram Kombes Pol Guntur Herditrianto dan Kasat Reskrim AKP Kadek Adi Budi Astawa, Artanto menjelaskan bahwa penetapan Rio sebagai tersangka berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan bersama Polda NTB.

Linda Novitasari mahasiswi Unram yang diduga sebagai korban pembunuhan (Facebook)
Linda Novitasari mahasiswi Unram yang diduga sebagai korban pembunuhan (Facebook)

"Berdasarkan hasil penyidikan, korban berinisial LNS diduga dibunuh kekasihnya berinisial R yang berusia 22 tahun," kata Artanto seperti yang dilansir ANTARA.

Tersangka Rio dihadirkan oleh pihak kepolisan guna mempertangugjawabkan perbuatannya.

Tampak mahasiswa Fakultus Hukum Unram itu mengenakan pakaian ornye tahanan kasus pidana.

Tersangka yang mengonstruksi alibinya saat peristiwa pembunuhan ini berdiri membelakangi meja barang bukti.

Di meja itu, tertata tali tambang warna oranye, setelan pakaian, ponsel, seprei tempat tidur, anak panah, sampai helm. Juga ada dua sofa, dan dua sepeda motor.

RPN alias Rio, tersangka pembunuhan mahasiswi Unram. (ANTARA)
RPN alias Rio, tersangka pembunuhan mahasiswi Unram. (ANTARA)

Pembunuhan ini diawali dengan perselisihan pelaku dan Linda pada Kamis sore, 23 Juli 2020, sekitar pukul 17.00 Wita.

Cekcok itu terkait Linda yang hendak memberitahukan kondisi kehamilannya ke orang tua Rio. Linda meminta pertanggungjawaban. Linda lalu mengancam bunuh diri dengan sebilah pisau.

Pelaku sempat berhasil menenangkan Linda. Namun, pelaku kemudian didesak pulang ke rumahnya di Janapria, Lombok Tengah. Tapi Linda keberatan.

Linda mengambil anak panah. Mengarahkan pada dirinya sendiri. Sesaat kemudian, mengarahkannya pada pelaku lalu menghalau perbuatannya dengan memegani leher korban. 

Tersangka mengatur siasat menyamarkan perbuatannya. Kekasih yang meninggal karena tangannya itu kemudian digantung dengan tali berwarna oranye.

Sofa ruang tamu dipakai sebagai penyangga untuk mengangkat Linda ke jerat tali.

Untuk menyempurnakan siasat agar Linda seolah gantung diri, R menyeret kursi di bawah tubuh Linda yang sudah menggantung. Sofa kemudian dikembalikan ke posisi semula.

Setelah mengatur rencana pembunuhan dan seakan korban bunuh diri, tersangka lalu pulang ke Lombok tengah.

Dia mengatur dengan merekayasa alibinya kalau seakan tidak berada di lokasi kejadian saat peristiwa itu berlangsung.

Pada Jumat, 24 Juli 2020 sore, dia terbang ke Denpasar, Bali. Alasannya mengantar adiknya yang hendak mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi.

Sementara itu kata Artanto, berdasarkan pelacakan dari sinyal ponsel milik tersangka, ternyata pelaku berada di lokasi kejadian saat peristiwa itu.

“Dari pelacakan IT membuktikan tersangka berada di lokasi saat kejadian,” sebut Artanto.

Linda lalu ditemukan sahabatnya Titik (22) pada Sabtu sore, 25 Juli 2020.

Akibat perbuatannya itu, pelaku terancam dengan pasal pembunuhan 338 KUHP juncto pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman pidana paling lama 15 tahun.

Keluarga minta nyawa dibalas nyawa

Sebelumnya, ibu kandung Linda, Siti Akmal, berharap kepada pihak Kepolisian Resor Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, untuk menemukan pelaku dan motif pembunuhan anak bungsunya itu.

"Jelas ini harus diusut tuntas, siapa pelaku dan apa motifnya," kata Siti Akmal usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolresta Mataram, Selasa.

Ist
Siti Akmal, ibu kandung Linda, mahasiswi Unram yang ditemukan tewas tergantung di ventilasi rumah, ketika memberikan keterangannya ke wartawan usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus kematian anak bungsunya di Mapolresta Mataram, NTB, Selasa (11/8/2020). (ANTARA/Dhimas B.P.)

Istri dari Purnawirawan Polri ini mengaku masih berat melepas kepergian Linda. Meski demikian, Siti yakin dengan dukungan berbagai pihak, termasuk pendampingan hukum dari Fakultas Hukum Universitas Mataram, kasus ini akan terungkap sampai tuntas.

"Kalau memang dia 'jalan tangan' (meninggal dibunuh) orang lain, hati kecil ini, kasarnya, nyawa dibalas dengan nyawa. Tapi ya kami serahkan ini semua ke polisi, mudah-mudahan kasus ini segera terungkap agar almarhumah bisa tenang," ujarnya dengan nada penuh kepiluan.

Dalam kesaksiannya di hadapan penyidik, Siti Akmal mengaku telah menjawab 43 pertanyaan yang berkaitan dengan kepribadian, keseharian serta kegiatan almarhumah sebelum hilang kabar hingga akhirnya ditemukan tewas pada Sabtu (25/7) lalu.

Dalam kesehariannya, Siti mengatakan bahwa almarhumah adalah sosok anak bungsu yang mandiri dan sayang dengan orang tuanya. Bahkan semasa hidupnya, LNS punya mimpi ingin menjadi dosen.

"Makanya dia lanjut sekolah S2 hukum, dia mau jadi dosen," ucap Siti mengenang masa hidup anaknya yang sebelum meninggal telah diterima kuliah di Program Magister Hukum Unram.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US