Ini Kendala Ma'ruf Amin Kembangkan Ekonomi Syariah di Indonesia
Wakil Presiden terpilih Maruf Amin bakal fokus mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia (Antara/Muhammad Adimaja).
News

Ini Kendala Ma'ruf Amin Kembangkan Ekonomi Syariah di Indonesia

Pembiayaan syariah dianggap belum sesuai syariah Islam. 

Ivanrida
Rabu, 09 Oktober 2019 13:23 WIB 09 Oktober 2019, 13:23 WIB

INDOZONE.ID - Ma'ruf Amin bakal fokus mengembangkan perekonomian syariah saat menjalani roda pemerintahan bersama Presiden terpilih Joko Widodo, selama lima tahun ke depan. 

Akan tetapi, penetrasi sektor keuangan syariah masih sangat minim di Indonesia. Tercatat baru 5,7 persen jika dibandingkan sektor keuangan konvensional. 

Direktur PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Trisnadi Yulrisman, menilai potensi terwujudnya ekonomi syariah cukup tinggi di Indonesia. Namun, bakal ada kendala karena pembiayaan syariat belum cukup dikenal publik Tanah Air. 

Mayoritas masyarakat beranggapan pembiayaan syariah saat ini, tidak benar-benar sesuai dengan syariah Islam. 

"Terkadang karena keterbatasan pengetahuan soal pembiayaan syariah, jadi dari awal mau karena tidak teredukasi dengan baik, mereka menganggap sama dengan pembiayaan konvensional," kata Trisnadi kepada Indozone, Selasa (8/10).

Pengunjung meyaksikan salah satu stan binaan Bank Indonesia pada pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Duta Mall, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (12/9/2019). (Antara/Bayu Pratama S).
Pengunjung meyaksikan salah satu stan binaan Bank Indonesia pada pembukaan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) di Duta Mall, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis (12/9/2019). (Antara/Bayu Pratama S).

Trisnadi menegaskan masalah itu adalah tanggung jawab semua pihak. Dia berharap kehadiran Mar'uf Amin bisa membuat penetrasi ekonomi syariah semakin berkembang di Indonesia. 

"Di London yang notabene bukan penduduk muslim saja, tetapi bisnis syariahnya luar biasa besar. Malaysia pun sudah lama berjalan industri keuangan syariah," tutur Trisnadi. 

SMF pun telah membentuk Unit Usaha Syariah (UUS) pada 10 Juli 2018. Langkah itu sesuai dengan Surat Keputusan OJK No. KEP-73 NB.223/2018, tanggal 10 Juli 2018, Pemberian Izin Pembukaan Unit Usaha Syariat Perusahaan Pembiayaan Sekunder Perumahan PT Sarana Multigriya Finansial (Persero).

Trisnadi mengatakan UUS SMF fokus memberikan layanan dan pengembangan produk yang sesuai prinsip syariah. Terbentuknya unit ini diharapkan menjadi awal terciptanya sinergi antarsemua pihak, dalam mendukung pembiayaan kepemilikan rumah yang terjangkau.

"Jadi untuk SOP KPR syariah kami sudah punya, tetapi kan untuk mendukung cara pembukuan, cara perhitungan kredit atau pengelolaannya itu memerlukan sistem teknologi informasi," ujar Trisnadi. (SN)

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Ivanrida
Ivanrida

Ivanrida

Editor
TERKAIT DENGAN INI
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE