3 Pencuri Saat Gempa Maluku Dituntut 1,5 Tahun
photo/Ilustrasi/OJO Images/REX
News

3 Pencuri Saat Gempa Maluku Dituntut 1,5 Tahun

Jumat, 15 November 2019 20:47 WIB 15 November 2019, 20:47 WIB

INDOZONE.ID - Ketiga pencuri yang bernama Risfandi Lestaluhu, Sulva Marwapei, dan Zidan Ohorela, melakukan aksi pencurian saat terjadi gempa Bumi. Mereka dituntut 1,5 tahun penjara oleh jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Ambon.

"Meminta majelis hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 363 ayat (1), pasal 362, pasal 64 juncto pasal 55 KUH Pidana," kata JPU Kejari setempat, Fitria di Ambon, Jumat.

Adapun tuntutan JPU disampaikan dalam persidangan dipimpin hakim Peradilan Anak di PN Ambon, Hamzah Kailul.

Diketahui, hal yang memberatkan ketiga terdaka dituntut penjara adalah karena mereka telah mengambil barang milik orang lain saat terjadi gempa Bumi dimana saat itu pemilik barang lari meninggalkan tenda-tenda pengungsian.

Sedangkan yang meringankan adalah, para terdakwa bersikap sopan dan mengakui serta menyesali perbuatannya, terdakwa masih anak-anak dan belum pernah dihukum.

Melakukan pembelaan

Sementara itu, di kesempatan itu Louhenapessy dan Tala selaku penasihat hukum para terdakwa menyampaikan pembelaan secara lisan yang intinya meminta keringanan hukuman dari majelis hakim.

Selain itu, Penasihat hukum juga meminta ketiga terdakwa yang masih duduk di bangku kelas dua SMA ini tidak ditahan di rutan atau lembaga pemasyarakatan agar mereka mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikannya.

Berdasarkan informasi ketiga terdakwa ini melakukan pencurian telepon genggam, emas, dan uang di Pesantren Al Anshor Liang maupun tenda pengungsi korban gempa bumi tektonik di Desa Suli, Kecamatan Salahutu (Pulau Ambon), Kabupaten Maluku Tengah, diciduk poisi pada Oktober 2019.

Memanfaatkan peluang

Ketika terjadi guncangan gempa susulan, para pengungsi yang berada di tenda melarikan diri sedangkan ketiga terdakwa tetap bertahan dan malah memanfaatkan peluang itu untuk melakukan pencurian.

Total barang yg berhasil dicuri sebanyak 28 buah telepon genggam, satu unit laptop, uang tunai Rp3,6 juta rupiah, serta perhiasan emas 2,5 gram.

Polisi berhasil mengamankan barang Bukti yang terdiri dari satu unit laptop, dua unit telepon genggam, dan satu unit televisi, sedangkan telepon genggam yang sudah dijual sebanyak 26 unit.

Persidangan akan dilanjutkan pada Senin (18/11), dengan agenda mendengarkan pembacaan putusan hakim peradilan anak.

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Zal
Zal
Zal

Zal

Editor
Zal

Zal

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU