The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Kata Bos Danone-Aqua agar Sampah di Indonesia Berkurang
Karyanto Wibowo-Director Sustainable Development Danone-AQUA (paling kiri). (Indozone/Nani Suherni)
News

Ini Kata Bos Danone-Aqua agar Sampah di Indonesia Berkurang

Hayo siapa yang masih suka buang sampah sembarangan?

Kamis, 05 Desember 2019 17:53 WIB 05 Desember 2019, 17:53 WIB

INDOZONE.ID - Danone-Aqua sebagai salah satu perusahaan yang mendapatkan sertifikasi oleh B Corp rupanya mempunyai cara tersendiri mengurangi sampah di Indonesia, salah satunya adalah dengan membuat modul edukasi. 

Bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Koordinator Maritim (Kemenkomaritim) mereka meluncurkan modul edukasi yang diluncurkan pada beberapa sekolah.

"Kita kerjasama dengan Kemendikbud dan Kemenkomaritim membuat modul edukasi yang kita beri judul sampahku tanggung jawabku," ungkap Karyanto Wibowo, Director Sustainable Development Danone-AQUA di acara B Corp Forum, di Gedung Graha Niaga Thamrin, Kamis (5/12).

Namun, ungkap Karyanto judul modul sampahku tanggung jawabku justu mendapatkan protes dari beberapa guru yang hadir. 

Mereka menilai sampah yang mereka produksi saat ini adalah bukan tanggung jawab mereka melainkan tanggung jawab produsen. 

"Yang menarik adalah waktu kita ketemu dengan guru, sempat ada yang protes kok kenapa sampahku jadi tanggung jawabku? harusnya gimana? ya bukan tanggung jawab saya, tanggung jawab yang lain produsen dan lain sebagainya," ungkapnya.

Padahal menurutnya konsep ini adalah untuk mengedukasi masyarakat bahwa mereka harus mulai bertanggung jawab terhadap sampah yang telah mereka produksi. 

Tapi ungkap Karyanto, selain edukasi yang perlu ditanamkan ke masyarakat, harus ada penegakan hukum yang tegas kepada mereka yang membuang sampah sembarangan. Meski saat ini ada beberapa daerah yang sudah menerapkan denda tapi faktanya tak berjalan secara konsisten.

"Jangan buang sampah sembarangan, kalau sembarangan didenda Rp50 ribu atau Rp500 ribu, pertanyaannya adalah pernah enggak ada law enforcement untuk itu, itu paling 1-2, itu pun sudah jadi viral. Disatu dua kota itu pernah jadi viral tapi enggak ada law enforcement," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Indozone
Richardo

Richardo

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US