The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mensos Sebut Anggaran Rp112,728 Triliun Telah Dikucurkan untuk Perlindungan Sosial
Menteri Sosial Juliari P. Batubara bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso saat meluncurkan program penyaluran Program Bansos Beras. (Photo/ANTARA/HO-Perum Bulog)
News

Mensos Sebut Anggaran Rp112,728 Triliun Telah Dikucurkan untuk Perlindungan Sosial

Rabu, 04 November 2020 19:40 WIB 04 November 2020, 19:40 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan bahwa kementeriannya sudah mengucurkan Rp112,728 triliun atau 87,44 persen dari pagu Rp128,927 triliun untuk program Perlindungan Sosial Pemulihan Ekonomi Nasional akibat COVID-19.

"Pagu PEN yang ada di Kementerian Sosial Rp128,927 triliun itu sudah terserap sekitar Rp112,728 triliun, artinya yang sisanya itu sudah dijadwalkan pencairannya di bulan November ini dan Desember," kata Juliari, di Kantor Presiden Jakarta, seperti yang dilansir dari Antara, Rabu (4/11/2020).

Selain itu, Juliari juga menyebutkan total ada 6 program Perlindungan Sosial yang ada di Kemensos yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dengan anggaran Rp36,71 triliun dan sudah terealisasikan 100 persen.

Kemudian ada program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dengan anggaran Rp43,12 triliun dan telah terealisasi Rp37,31 triliun (86,52 persen); bansos sembako Jabodetabek dengan anggaran Rp6,84 triliun dan telah terealisasi Rp5,65 triliun (82,59 persen).

Lalu bansos tunai dengan anggaran Rp32,4 triliun dan telah terealisasi Rp25,86 triliun (79,8 persen); bansos beras dengan anggaran Rp5,26 triliun dan realisasi Rp3,29 triliun (62,47 persen) serta bansos tunai baik keluarga penerima manfaat sembako non-PKH dengan anggaran Rp4,5 triliun dan sudah terealisasi seluruhnya.

"Pertama untuk program yang reguler yaitu untuk program keluarga harapan dari target 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM) sudah tercapai untuk seluruh target penerima manfaatnya," ungkapnya.

Sementara untuk program kartu sembako atau BPNT dengan target 20 juta KPM yang ditingkatkan dari target awal sebanyak 15,2 juta KPM.

"Bapak Presiden memerintahkan Kementerian Sosial pada Maret untuk memperluas coverage menjadi 20 juta, jadi ada kenaikan 4,8 juta keluarga penerima manfaat dan ini memang baru tercapai 20 juta itu di bulan September," tambah Juliari.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer
JOIN US
JOIN US