The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Hari Ini
Ilustrasi.(freepik)
News

IHSG dan Rupiah Kompak Menguat Hari Ini

Di Awal perdagangan.

Jumat, 29 Mei 2020 10:59 WIB 29 Mei 2020, 10:59 WIB

INDOZONE.ID - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat di awal perdagangan hari ini, Jumat (29/5/2020). Pukul 09.31 WIB, IHSG menguat 18 poin atau setara 0,39% ke level 4734,615. 

Para investor asing tercatat melakukan aksi beli di seluruh pasar hingga senilai Rp96,39 miliar. 

Dalam sepekan terakhir, IHSG sudah berhasil menguat hingga 4,10%. Sementara itu, jika ditilik pergerakan IHSG sebulan terakhir, IHSG juga telah menguat hingga 5,23%. 

Tim Analis Indo Premier Sekuritas sebelumnya telah memproyeksikan IHSG pada hari ini yang merupakan akhir pekan, akan melanjutkan penguatan dengan gerak variatif.

Proyeksi tersebut didasarkan pada rencana pemerintah untuk memberlakukan new normal pada bulan depan yang diharapkan akan kembali menggerakkan roda perekonomian, tren pergerakan rupiah yang konsisten di bawah level Rp15,000 dan menguatnya beberapa harga komoditas. Seperti minyak mentah, nikel, serta timah yang menjadi sentimen positif di pasar.

Ilustrasi karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (20/4/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
Ilustrasi karyawan menghitung uang rupiah dan dolar AS di Bank Mandiri Syariah, Jakarta, Senin (20/4/2020). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)

Namun, sentimen positif tersebut terbebani memanasnya hubungan antara Amerika dan Tiongkok setelah diberlakukannya undang-undang baru tentang keamanan nasional di Hong Kong yang berpotensi menjadi sentimen negatif di pasar.

"IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support di level 4,620 dan resistance di level 4,805," tegas Tim Analis dalam risetnya pagi ini.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada waktu yang sama tercatat mengalami penguatan tipis 3 poin atau setara 0,02% ke level Rp14698/US$. Penguatan rupiah itu terjadi seiring melemahnya dolar AS pada saat yang sama. 

Dikutip dari Reuters, mata uang Dolar disebut saat ini terkurung dalam kisaran perdagangan yang sempit. Hal itu menyusul fokus  trader yang bergeser ke respons Presiden Donald Trump terhadap pengesahan undang-undang keamanan nasional Tiongkok bagi Hong Kong.

Yuan (mata uang Tiongkok) menarik diri dari rekor terendah dalam perdagangan offshore, tetapi investor tetap gelisah menjelang pengumuman Trump, Jumat, tentang langkah kebijakan yang dapat memicu pertikaian diplomatik antara Washington dan Beijing.


Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Desika Pemita
Murti Ali Lingga
JOIN US
JOIN US