The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Rakyat Lagi Susah, Bea Cukai Musnahkan 1.155 Karung Bawang Merah Ilegal dari Malaysia
Petugas memperlihatkan banyak karung bawang merah ilegal dimusnahkan. (ANTARA/Alfisnasdo)
News

Rakyat Lagi Susah, Bea Cukai Musnahkan 1.155 Karung Bawang Merah Ilegal dari Malaysia

Rabu, 08 Juli 2020 01:06 WIB 08 Juli 2020, 01:06 WIB

INDOZONE.ID - Di tengan kesusahan ekonomi yang dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia akibat Pandemi COVID-19, Bea Cukai Bengkalis, Riau, justru memusnahkan 1.155 karung bawang merah ilegal asal Malaysia yang mereka sita beberapa waktu lalu.

Mereka memusnahkan bawang merah yang kondisinya masih sangat layak dikonsumsi itu di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jalan Bantan, Desa Bantan Tua, Kecamatan Bantan, Bengkalis, Selasa (7/7/2020).

Bawang merah yang dapat dijadikan bumbu berbagai masakan itu dimusnahkan dengan cara digiling menggunakan alat berat, setelah itu ditimbun tanah, sehingga tidak dapat dikonsumsi dan tidak memiliki nilai ekonomis.

Kepala Bea Cukai Bengkalis Ony Ipmawan mengatakan, bawang merah ilegal tersebut jika diuangkan nilainya mencapai Rp80.850.000. Sementara kerugian negara akibat aktivitas ilegal itu mencapai Rp40.425.000.

"Bawang merah ilegal yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan pada Jumat (15/5). Saat itu Tim Kapal Patroli Bea dan Cukai BC 069 dari KPPBC Bengkalis dibantu TNI mencegah di perairan sungai Bukit Batu," katanya, seperti dilansir Antara.

Petugas Bea Cukao mendapati KM Doa Amak GT 06 yang memuat barang-barang impor dari Sungai Linggi, Malaysia, dengan tujuan Bengkalis. Kapal bermuatan bawang merah itu tidak dilengkapi dengan dokumen kepabeanan yang sah.

Atas pencegahan tersebut, pelaku melanggar Pasal 102 Huruf a dan Pasal 102 huruf b, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 1 tahun dan maksimal 10 tahun, serta denda sebesar Rp 50 juta hingga Rp 5 miliar.

Bea Cukai Bengkalis menetapkan Z bin K sebagai tersangka dalam kasus bawang merah ilegal ini.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat, instansi terkait serta Kepolisian, Kejaksaan, dan TNI, serta rekan media yang telah ikut berpartisipasi dalam pemberantasan barang-barang ilegal. Kami juga mengajak untuk terus berperan aktif memberantas perbuatan melanggar hukum, khususnya penyelundupan impor dan ekspor yang dapat dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan," kata Ony.

Ony bilang, pemusnahan 1.155 karung bawang merah ilegal ini telah mendapat penetapan hukum dan pemusnahan dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis melalui surat penetapan pemusnahan Nomor: 6/Sit/Pen.Pid/2020/PN. Bls tanggal 30 Juni 2020.

"Pemusnahan ini merupakan upaya memberikan efek jera, agar penyelundupan bawang ini tidak lagi terjadi di wilayah perairan Kabupaten Bengkalis," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US