The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Geger, Lagi-Lagi Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Pontianak, Kali Ini Garuda dan Lion Air
Petugas menata serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 rute Jakarta - Pontianak yang jatuh di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta, Senin (11/1/2021). (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
News

Geger, Lagi-Lagi Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Pontianak, Kali Ini Garuda dan Lion Air

Rabu, 13 Januari 2021 19:38 WIB 13 Januari 2021, 19:38 WIB

INDOZONE.ID - Menyusul jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang bertolak dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu pekan lalu, kini dua pesawat komersial kembali gagal mendarat di Bandara International Supadio, Pontianak, Rabu (13/1/2021).

Dua pesawat itu adalah Boeing 737-86N dan Boeing 738-8GP, masing-masing milik maskapai Garuda Indonesia dan Lion Air. Keduanya menempuh rute Jakarta-Pontianak.

Menurut Executive General Manager (EGM) Angkasa Pura (AP) II Pontianak Eri Braliantoro, kedua pesawat tersebut gagal mendarat di Bandara Supadio karena sebab cuaca buruk.

Akibatnya, dua pesawat tersebut dialihkan pendaratannya ke bandara lain yang terdekat dengan titik pesawat tersebut mengambang di udara.

Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 504 itu mendarat di Palembang, sedangkan Lion Air dengan nomor penerbangan JT 684 mendarat di Batam.

Sementara itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginspeksi seluruh pesawat Boeing seri Classics, yakni Boeing 737-300/400/500 mulai 11 Januari 2021 sebagai tindak lanjut kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 tipe Boeing 737-500 teregistrasi PK-CLC yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, pada Senin (9/1) pukul 14.40 WIB.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati membenarkan adanya pemeriksaan khusus tersebut yang tertera dalam surat bernomor KP.004/1/10/DKPPU-2021.

“Ya, betul akan dilakukan inspeksi,” kata Adita, seperti dilansir Antara.

Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kemenhub akan menunjuk tim untuk melakukan pemeriksaan khusus terhadap pengoperasian seluruh pesawat Boeing 737 Classics tersebut.

“Ini preventif action kepada pesawat tipe yang sama Boeing 737 Classics yang ada di Indonesia dan hal ini biasanya dilakukan di negara-negara lain untuk tindakan pencegahan,” katanya.

Pemeriksaan tersebut, meliputi AD compliance, inspeksi rutin dan major inspection dengan aprroved maintenance, termasuk component replacement status (status penggantian komponen), CPCP, SSID, SIP, ELT inspection.

Kemudian monitoring repetitive defect (pengawasan kerusakan yang berulang), pelatihan pilot kaitannya dengan weather avoidance (pencegahan cuaca) dan upset recovery trainingpilot proficiency check (pemeriksaan kecakapan pilot), crew duty time terkait dengan pengalaman terbaru hingga pemeriksaan implementasi surat edaran pada masa pandemi COVID-19 berkaitan dengan kesiapan kru dan operasional pesawat dan lainnya.

Dalam surat tersebut, diinstruksikan bahwa seluruh operator Boeing 737 untuk menyiapkan dokumen salinan untuk pemeriksaan yang dapat menggunakan kerja dari rumah dengan cara komunikasi melalui surel, telepon, panggilan video, mempertimbangkan kondisi pandemi dan/atau onsite inspection.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Boeing 737-500 merupakan salah satu Boeing seri Classics yang diketahui diproduksi pada 1994 atau berusia 26 tahun.

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US